17Dec2016

3 SMP DI KABUPATEN PASURUAN RAIH PREDIKAT ADIWIYATA NASIONAL

Jumlah sekolah di kabupaten pasuruan yang mendapat predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional, dari tahun ke tahun semakin bertambah.

Jelang penghujung tahun 2016 , Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Lingkungan Hidup kembali memberikan sertifikat penghargaan kepada 3 sekolah menengah di kabupaten pasuruan, yang lolos sebagai sekolah berbasis lingkungan tingkat nasional. Ketiga sekolah tersebut adalah SMPN 2 Bangil, SMPN I Pohjentrek dan SMPN 1 Grati.

Keberhasilan yang diraih oleh 3 sekolah di kabupaten pasuruan jelas membanggakan, lantaran dapat membuktikan komitmen tinggi untuk mengajak masyarakat peduli akan lingkungan, melalui pendekatan adiwiyata.

Hal tersebut seperti yang dikatakan Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, di sela-sela kesibukannya, Sabtu (17/12). Menurutnya, untuk dapat meraih predikat sebagai sekolah adiwiyata nasional, setiap sekolah dituntut untuk dapat melakukan lompatan, baik passing grade maupun 4 komponen penting, yakni kebijakan, kurikulum, partisipasi, dan sarana prasarana.

"Kita bangga sekali dengan semakin bertambahnya jumlah sekolah di kabupaten pasuruan yang mendapat predikat sebagai sekolah cinta lingkungan, karena kita sadari bahwa lingkungan adalah bagian  paling dekat dari kita, sehingga sepatutnyalah kita harus menjaga dan merawatnya," terangnya.

Dirinya menargetkan, ketiga sekolah tersebut akan naik level menjadi sekolah adiwiyata mandiri pada tahun 2017 mendatang. Hal itu diakuinya, setelah melihat kesiapan dari seluruh sekolah tersebut untuk meraih predikat baru.

"Langsung atau tidak langsung kita ingin sekali melihat banyaknya sekolah adiwiyata di kabupaten pasuruan. Kalau semakin banyak, maka kita tidak perlu susah-susah untuk mensosialisasikan kepada warga sekitar, karena sekolah adalah rumah kedua bagi anak didik kita, yang selanjutnya merekalah yang akan merubah perilaku keluarga maupun warga di sekitar tempat tinggalnya untuk mencintai dan peduli dengan lingkungan," tandasnya.

Sementara itu, Maskun Rochman, Kepala SMPN 2 Bangil mengungkapkan, untuk mencapai predikat sebagai sekolah adiwiyata nasional, pihaknya telah mengembangkan banyak program, di antaranya pengembangan kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan, yakni mewujudkan sarana dan lingkungan sekolah yang asri, rindang, tertib dan bersih.

"Kita punya kegiatan yang kita namakan Gasing atau gerakan bersih lingkungan. Hal itu kita lakukan setiap hari, di mana sebelum bel masuk sekolah berbunyi, semua siswa memberishkan sampah di masing-masing kelas atau di depan kelas, supaya mereka semua memahami bahwa kebersihan itu penting," ucap Maskun saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (17/12).

Begitu juga dengan Sugeng Suprayoga, Kepala SMPN 1 Grati yang melihat kekompakan semua penghuni sekolah dalam membudayakan peduli lingkungan.

“Silahkan datang ke sekolah kami, dan saya yakin tidak akan ditemui sampah yang berserakan. Semuanya karena sudah dilandasi kesadaran untuk mencintai lingkungan. Hal itulah yang mendasari kami untuk menjadi sekolah hijau, dalam artian memperbanyak jenis tanaman di sekolah, dan mengajak semua penghuni untuk sama-sama peduli dan care dengan lingkungan, semuanya demi kebaikan bersama,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Tanti Rahayu, Kepala SMPN I Pohjentrek yang terus memotivasi seluruh penghuni sekolah agar mau bekerja keras demi tercapainya sekolah berbasis lingkungan. Kata dia, kesulitan awal adalah bagaimana bisa membudayakan semua warga sekolah untuk cinta dan perhatian terhadap lingkungan, mulai dari anak-anak sekolah, guru, TU, sampai cleaning service.

“Kalau hanya membuat sekolah sejuk, itu mudah saja. Akan tetapi untuk menciptakan pribadi yang care terhadap lingkungan itulah yang tidak semduah membalikkan telapak tangan. Dari situlah secara pelan-pelan saya memberikan pemahaman bahwa lingkungan adalah bagian dari kita yang tidak akan pernah dapat dipisahkan. Untuk itu, kalau lingkungan kita jaga, maka lingkungan juga akan menjaga kita. Intinya itu saja,” tegasnya. (emil)

 

  • 14:21:37
  • emil
  • 445 kali dilihat
  • Pendidikan
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

SEP 07

Petik Merah Kopi Bareng Bupati Pasuruan

08:00 am - Seles

07 Sep 2017 (Tanggal Berakhir)

Dsn. Gunung Malang, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga