11Jan2017

STABILKAN HARGA CABE, BULOG JATIM PASOK 5 TON CABE

Menstabilkan harga cabe yang sampai saat ini masih melonjak di pasaran, Perum Bulog Divre Jatim meresponnya dengan upaya Operasi Stabilisasi Harga (OSH) yang dilakukan secara serentak mulai Senin (09/01/2016). Pada hari pertama disiapkan 5 ton cabe yang disebar melalui kegiatan OSH di seluruh Jawa Timur.  

Menurut Witono Kepala Perum Bulog Divre Jatim, OSH hari pertama menyediakan cabe rawit hijau dengan harga Rp 37 ribu per kg. Di pasar Wonokromo, harga cabe rawit hijau masih di kisaran Rp 40 ribu per kg. Sedangkan ke depannya, cabe akan lebih bervariasi Karena akan ditambah cabe merah keriting dan cabe rawit. Saat ini, harga cabe merah keriting di pasar sekitar Rp 50 ribu kg dan cabe rawit mencapai Rp 90 ribu per kg.        

“Kalau untuk cabe, kita siapkan 5 ton yang dijual di tiap Subdivre dan Divre Jatim. Di Surabaya kita lakukan di Pasar Wonokromo dan juga dilanjutkan penjualan secara mobile berkeliling ke perumahan dan perkampungan. Besok kita akan jual cabe merah keriting dan cabe rawit di bawah harga pasar. Misalkan harga cabe rawit Rp 90 ribu, kita akan jual sekitar Rp 75-80 ribu per kg. Yang pasti, harga di bawah pasar. Kita  akan minta bantuan Kementerian Pertanian (Kemtan) untuk  bisa mendapatkan cabe langsung di petani dengan harga di bawah pasar. Kita disini tidak cari untung. Break Event Point (balik modal, red) saja sudah bagus yang peting tidak sampai rugi”, jelasnya saat ditemui di Pasar Wonokromo.

Untuk OSH hari pertama, pihaknya masih bisa menyediakan cabe rawit hijau dengan harga Rp 37 ribu per kg. Di Pasar Wonokromo, harga cabe rawit hijau saat ini masih di kisaran Rp 40 ribu per kg. Besok, pasokan cabe akan lebih bervariasi yakni ditambah cabe merah keriting dan cabe rawit. Saat ini, harga cabe merah keriting di pasar sekitar Rp 50 ribu per kg dan cabe rawit mencapai Rp 90 ribu per kg.

“Besok kita akan jual cabe merah keriting dan cabe rawit di bawah harga pasar. Misalkan harga cabe rawit Rp 90 ribu, kita akan jual sekitar Rp 75-80 ribu per kg. Yang pasti harga di bawah pasar. Kita akan minta bantuan Kementerian Pertanian (Kemtan) untuk bisa mendapatkan cabe langsung di petani dengan harga di bawah pasar. Break Event Point (balik modal, red) saja sudah bagus yang peting tidak sampai rugi”, tegasnya.

Menurutnya, dengan bantuan Kemtan, pihaknya bisa membeli cabe dari petani lebih murah dan bisa menjual ke pasar OSH juga bisa jauh di bawah harga pasar saat ini. Stok cabe tersebut  diperoleh dari petani di wilayah Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya, stok akan ditambah dari wilayah Sitobondo dan Kediri.

Sementara itu, penerapan OSH akan terus diberlakukan sampai harga cabe stabil dan normal kembali. Jika stok cabe yang dimiliki Bulog masih cukup banyak, pihaknya juga berencana akan bekerjasama dengan Pemprov Jatim. Di sisi lain, kenaikan harga cabe bisa jadi disebabkan oleh permainan tengkulak. (Eka Maria)

 

  • 07:39:20
  • Eka Mariah
  • 288 kali dilihat
  • Pelayanan Publik
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

NOV 25

Majlis Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW.

Majlis Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW. dalam rangka HUT Kabupaten Pasuruan Ke-1088

07:00 am - 15:00 pm

25 Nop 2017 (Tanggal Berakhir)

Depan Kantor Pemkab Pasuruan Raci Bangil - Pasuruan

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga