09Aug2017

Langsung Ke Kementerian ESDM, Bupati Irsyad Yusuf Perjuangkan 5 Desa Di Lekok Yang Belum Teraliri Listrik PLN

Warga di 5 Desa di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan yang sampai sekarang belum menikmati aliran listrik PLN, boleh sedikit lega.

Pasalnya, saat ini Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf tengah berjuang untuk mendapat kemudahan dalam hal subsidi listrik untuk warung listrik di lima desa, yakni Desa Semedusari, Balunganyar, Alas Tlogo, Wates, dan Desa Semongrong Pasinan.

Perjuangan tersebut adalah melalui permohonan subsidi listrik untuk warung listrik  di 5 desa di Kecamatan Lekok yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tertanggal 17 Juni 2017. Dari surat tersebut, pihak Kementerian ESDM akhirnya merespon permohonan Bupati Irsyad, dengan melakukan pertemuan di Ruang Rapat A.Arismunandar, Gedung Utama Lantai IV, Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, Rabu (09/08/2017).

Dalam pertemuan tersebut, pihak Kementerian ESDM diwakili oleh Yusman selaku Kasubid Harga Dirjen Ketenagalistrikan, kemudian PLN pusat diwakili oleh Beny, Rendy dari Kemendagri, serta Bupati Irsyad Yusuf sendiri.

Dalam paparannya, Bupati Irsyad menjelaskan bahwa dari semua wilayah se-Kabupaten Pasuruan, daerah yang teraliri listrik sudah mencapai 98,55%, sedangkan 1,45% belum teraliri listrik dan tersebar di 5 desa di Kecamatan Lekok.

“Untuk mencukupi kebutuhan tenaga listrik, warga berswadaya membeli tenaga listrik ke PLN dalam bentuk Warlis (Warung Listrik), dimulai sejak tahun 1999. Intinya, warga di 5 desa di Lekok ingin supaya PLN masuk ke daerah mereka, karena sebagian atau seluruh  wilayahnya masuk dalam wilayah TNI AL, dan bisanya hanya lewat warlis saja,” kata Irsyad di hadapan para pejabat yang hadir.

Ditambahkannya, dari tahun 1999 sampai 2016, warga tidak merasa keberatan dengan urusan pembayaran rekening listrik. Akan tetapi, semenjak subsidi listrik 900 VA dicabut pada tahun 2017 ini, maka terjadi kenaikan biaya yang sangat signifikan, sehingga memberatkan warga di 5 desa tersebut. Dari situlah, Irsyad merasa perlu untuk meminta solusi dari pemerintah pusat.

“1 unit Gardu Induk di lima desa mempunyai daya 50.000  sampai 70.000 VA untuk kategori industry, sehingga tidak mendapatkan subsidi. Sementara penggunaan oleh masing-masing warga kurang dari 450 VA  atau kategori rumah tangga yang seharusnya mendapatkan subsidi,” imbuhnya.

Dari semua paparan tersebut, pihak Kementerian ESDM dan Kemendagri maupun dari PLN Pusat menurut Irsyad akan segera menindaklanjuti dengan melakukan tinjauan lokasi, dalam beberapa waktu ke depan.

“Semoga saja niat baik kami dapat direspon secepatnya, karena ini merupakan bagian dari ikhtiyar kami dalam mengurangi disparitas antara wilayah barat dan timur,” jelasnya saat dihububungti via whatsapp.

Seperti diketahui, jumlah pelanggan di 5 Desa di Kecamatan Lekok yang menerima listrik dari warlis mencapai 1053 KK, sedangkan total pemanfaat sebanyak 3672, dengan rincian 1222 pemanfaat dan 225 pelanggan di Desa Semedusari, 579 penerima dan 190 pelanggan di Balunganyar, 843 pemanfaat dan 235 pelanggan di Alas Tlogo, 1632 pemanfaat dan 360 pelanggan di Wates, serta 156 pemanfaat dan 43 pelanggan di Desa Semongkrong Pasinan. (emil)

  • 15:41:42
  • emil
  • 1400 kali dilihat
  • Pelayanan Publik
Komentar Pengunjung
Tuliskan Komentar
 
Form Pencarian
Berita Terkini
Agenda Kegiatan
Agenda Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan.

SEP 07

Petik Merah Kopi Bareng Bupati Pasuruan

08:00 am - Seles

07 Sep 2017 (Tanggal Berakhir)

Dsn. Gunung Malang, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan

Semua Agenda »
Suara Warga
Form & Arsip Suara Warga