Bupati
Pasuruan, Rusdi Sutejo mengapresiasi capaian prestasi yang diraih para pegiat
induk olahraga (inorga) Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (PERPATRI) di Festival
Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu
disampaikannya langsung kepada para jawara, sesaat setelah mereka berhasil
tampil gemilang di arena Panahan Tradisional.
Buntut
dari kemenangan tersebut, Kepala Daerah akan memberikan hadiah khusus bagi para
pemenang lomba. Tidak hanya itu saja. Ke depannya, Pemerintah Kabupaten
Pasuruan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) juga akan memberikan
dukungan dan pembinaan penuh terhadap inorga. Harapannya, Perpatri ke depannya
akan lebih berkembang dan maju.
“Selamat
untuk teman-teman pegiat inorga Perpatri atas prestasi yang diraih di FORNAS NTB.
Nanti kami akan berikan reward bagi para pemenang,” tuturnya seraya tersenyum.
Hadir
khusus ke lokasi pertandingan inorga Panahan Tradisional di lapangan 17
Desember, Kota Mataram, NTB pada hari Sabtu (2/8/2025) bersama Ketua Komite
Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pasuruan, drg. Merita
Ariestya Yudi, Mas Bupati Rusdi tak henti-hentinya memberikan semangat dan
motivasi ke para pegiat yang bertanding. Saat itu, para pegiat PERPATRI tengah
berlaga di sesi terakhir perlombaan melawan tim inorga dari Kota Samarinda
Provinsi Kaltim, Papua Barat dan Jawa Barat.
Kabar gembira
menghampiri PERPATRI Kabupaten Pasuruan di sesi akhir kompetisi, menyusul
perolehan medali Emas yang dipersembahkan oleh tiga pegiat. Yakni Wagianto,
Yahya Aziz dan Bejo Yuliono. Mereka berjaya di nomor beregu kategori Horsebow
50 meter pada laga yang digelar mulai 28-29 Juli 2025 tersebut. Sehingga praktis
menyumbang perolehan medali Emas bagi kontingen Jawa Timur.
Di
momen yang sama, baik Yahya Aziz maupun Bejo Yuliono juga berhasil menorehkan
kemenangan di nomor perorangan. Atas prestasi tersebut, mereka mengungkapkan
kegembiraannya. Seperti yang diutarakan oleh Yahya Aziz yang mendapatkan peringkat
2 dengan skor 115. Sehingga berhak membawa pulang medali Perak. Sedangkan rekan
sejawatnya, Wagianto meraih medali Perunggu setelah mendapatkan skor 113.
“Terimakasih
atas perhatian Bapak dan Ibu Bupati yang khusus datang menyemangati kami di
sini. Selain itu, kami juga di-support, diundang makan malam dan diajak diskusi
untuk program-program PERPATRI ke depannya. Baik Bapak maupun Ibu Bupati sedianya
akan memfasilitasi penyediaan lapangan untuk latihan inorga Panahan Tradisional.
Pastinya sangat bermanfaat untuk menjaring bibit-bibit inorga PERPATRI, khususnya
anak-anak,” ujarnya bersemangat.
Setali
tiga uang dengan yang disampaikan oleh pegiat Yahya Aziz, pelatih Perpatri,
Khoiron Hadi berharap kepada Pemerintah Daerah agar terus memberikan pendampingan
kepada PERPATRI. Sebaliknya, ia beserta tim menyatakan kesiapannya untuk bersinergi
dan bersama-sama memajukan inorga Panahan Tradisional.
“Ini
kompetisi FORNAS perdana yang diikuti Kabupaten Pasuruan. Ke depannya, kami
berharap, Pemkab Pasuruan baik Dispora maupun KORMI ikut mengembangkan olahraga
Panahan Tradisional. Terlebih di dalamnya ada prestasi. Sesuai jargon oltrad,
dari tradisi menjadi prestasi,” urainya.
Tentunya,
pengembangan dilakukan melalui pembinaan yang lebih intens. Hal itu dapat
dilakukan dengan bekerjasama dengan Komunitas Guru Olahraga Kabupaten Pasuruan,
menggelar Training of Trainer para guru olahraga untuk mencari bibit-bibit
pegiat PERPATRI. (Eka Maria)
Komentar