Kak Shobih, demikian biasanya Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pasuruan sekaligus Wakil Bupati Pasuruan familiar disapa mengajak seluruh kader Pramuka untuk menguasai teknologi komunikasi modern. Harapannya, penguasaan kelimuan tersebut akan melahirkan pemuda-pemudi yang tangguh, siap membangun Kabupaten Pasuruan agar lebih maju. Pernyataan itu disampaikannya pada saat membuka Jamboree on The Air - Jamboree on the Internet (JOTA JOTI) Tahun 2025 yang diikuti oleh ratusan kader Pramuka Penegak dan Pandega di se-Kabupaten Pasuruan.
Dilaksanakan di SMAN 1 Gondang Wetan, kegiatan diinisiasi oleh Kwarcab Gerakan Pramuka Pasuruan. Dalam sambutan singkatnya, Kak Shobih menggelorakan semangat belajar seputar serba-serbi komunikasi digital untuk dikuasai oleh seluruh organisasi kepanduan di era disrupsi.
“Alhamdulillah Kwarcab Pramuka Kabupaten Pasuruan bisa melaksanakan Jambore JOTA JOTI yang ditempatkan di SMA Negeri 1 Gondangwetan. Saling berkolaborasi dan berkomunikasi dengan para sahabat Pramuka kita di negara-negara lain. Tujuannya, mempromosikan persaudaraan internasional dan memperkuat ikatan antara Pramuka di berbagai belahan dunia,” ucapnya bersemangat.
Dapat mengenal budaya dan tradisi negara-negara lain dengan bantuan teknologi komunikasi digital adalah muara dari agenda yang digelar pada hari Jumat (18/10/2025) sore tersebut. Sehingga bisa memahami perbedaan budaya lintas bangsa yang sangat heterogen.
“Budaya itu berbeda-beda. Kalau budaya kita, budaya Indonesia dengan budaya di negara-negara Arab berbeda. Budaya Indonesia dengan Australia juga berbeda. Karena itu dengan JOTA JOTI, kita bisa berinteraksi dengan Pramuka dari berbagai negara, mengenal budaya dan tradisi-tradisinya,” tandasnya.
Di sisi lain, Kak Shobih menambahkan, JOTA JOTI diharapkan lebih memperkuat rasa solidaritas Pramuka di seluruh dunia. Sekaligus berbagi nilai-nilai yang sama. Baik dari sisi kebersamaan, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama manusia maupun penguasan teknologi.
“Dengan mengikuti Jambore ini, Adek-adek bisa mengasah keterampilan teknologi. Bagaimana cara menggunakan radio amatir dan platform internet untuk berkomunikasi. Juga belajar pengetahuan praktis tentang teknologi komunikasi modern. Tetapi bisa kita ambil potensi dari internet untuk kemajuan Kakak-kakak Pramuka ke depannya, menjadi generasi muda yang bisa diandalkan,” pungkasnya.
Diketahui, kegiatan JOTA JOTI diikuti oleh sedikitnya 250 Pramuka Penegak dan Pandega di se-Kabupaten Pasuruan. Adapun kegiatan JOTA, pengenalan peralatan stasiun radio amatir beserta fungsinya, latihan berbicara di depan radio sesuai prosedur yang berlaku dan operating procedure.
Sedangkan kegiatan JOTI, peserta diberikan beragam materi tentang cara mengakses internet dan menggunakan program aplikasi yang ada. Tidak terkecuali melakukan chatting tematik dengan anggota Pramuka di seluruh dunia. (Eka Maria)
Komentar