Saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025, Gus Shobih sapaan familiar Wakil Bupati Pasuruan menggelorakan semangat membangun di era disrupsi teknologi. Tujuannya tidak lain untuk mewujudkan kemajuan masyarakat. Tidak terkecuali dalam hal kedaulatan digital.
Peringatan
Hari Kebangkitan Nasional bukan sekedar seremonial. Tetapi sebagai pengingat
sekaligus penyemangat lintas generasi untuk bersama-sama membangun bangsa. Tentunya
dengan sikap adaptif kemampuan untuk beradaptasi di tengah peradaban yang bergerak
begitu cepat saat ini. Sekaligus siap berpartisipasi aktif dalam memimpin
perubahan.
“Kebangkitan
nasional bukanlah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Tetapi ikhtiar yang
terus hidup, menuntut keberanian untuk menjawab tantangan jaman yang serba
kompleks. Baik disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global
maupun ancaman terhadap kedaulatan digital kita,” tandasnya di hadapan seluruh
peserta upacara.
Ditambahkannya,
peringatan Hari Kebangkitan Nasional bermakna penting untuk membuka kembali sejarah
perjuangan bangsa. Untuk kemudian dilanjutkan dengan kebangkitan kesadaran,
semangat persatuan dan melahirkan kesadaran baru, menyalakan api perubahan di arus
globalisasi yang semakin kuat.
“Dalam
150 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dan Kabinet Merah Putih,
kami memulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar.
Dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat. Kami
percaya, kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari pondasi-pondasi sederhana.
Dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang dan hati yang lapang,” urainya pada
saat membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid.
Kata
Gus Shobih, di bidang pengembangan manusia, Pemerintah terus berupaya mempercepat
hadirnya pusat-pusat pelatihan vokasi dan penguatan talenta digital untuk
menjawab tantangan besar di era transformasi digital. Berkolaborasi dengan
dunia industri, mendorong terbukanya lebih banyak program pelatihan yang
relevan dengan kebutuhan pasar. Termasuk dalam penguasaan kecerdasan
artifisial, pengelolaan data dan ketrampilan digital praktis.
“Sebagai
bagian dari upaya tersebut, akan segera diresmikan AI Centre Of Excellence di
Papua, hasil kolaborasi antara Pemerintah dan dunia industri. Hal itu sebagai
sarana untuk membangun kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi transformasi
digital,” tuturnya.
Di
saat yang sama, Pemerintah juga memperkuat pondasi perlindungan sosial di ruang
digital. Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di
Ruang Digital (PP Tunas) menjadi langkah konkret untuk memastikan anak-anak Indonesia
tumbuh di ekosistem digital yang lebih aman, sehat dan beretika.
Upacara
diikuti oleh Pasukan Upacara Bersenjata terdiri dari 1 SST Kodim 0819 Pasuruan dan
1 SST Polres Pasuruan. Sedangkan Pasukan tak Bersenjata terdiri dari 1 SST
Satpol PP Kabupaten Pasuruan, 1 SST Korpri, 1 SST PGRI, 1 SST Purna Paskibraka Indonesia
(PPI) dan 1 SST Pramuka, 1 SST Siswa/siswi SMA/SMK/Madrasah Aliyah, 1 Kelompok
Paduan Suara dan 1 Unit Korps Musik Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Turut
hadir dalam kegiatan, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah serta Camat. Berikut,
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Pantauan
Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan,
seremonial upacara bendera berlangsung khidmat. Penampilan Paduan Suara Pelajar
yang membawakan beberapa lagu nasional kian menambah semangat tersendiri dalam
peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini. (Eka Maria)
Komentar