Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap kepada Pemprov Jatim agar segera bisa menormalisasi Sungai Rejoso.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron saat mengunjungi warga terdampak banjir di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Selasa (18/01/2022) kemarin. Termasuk ketika dirinya bertemu Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak di Kantor Kesekretariatan Daerah Provinsi Jatim, Rabu (19/01/2022) siang.
Menurutnya, sudah lima hari berturut-turut, Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan terendam banjir. Bahkan, dalam dua hari terakhir, 13 desa lain di Kecamatan Rejoso maupun Winongan dan Gondangwetan juga ikut tergenang. Penyebabnya tak lain luapan sungai rejoso yang tak bisa menampung air, sehingga meluber dan menggenangi pemukiman, instansi pendidikan hingga fasilitas publik.
"Mayoritas banjir yang terjadi di wilayah Timur Kabupaten Pasuruan akibat meluapnya sungai rejoso. Dan sungai ini menjadi kewenangan Pemprov Jatim. Untuk itu kami berharap kepada Ibu Gubernur untuk bisa segera menormalisasi sungai rejoso," katanya.
Selama ini, Pemkab Pasuruan bersama warga juga sudah melakukan beberapa langkah yang bertujuan mengantisipasi air yang kapan saja bisa kembali lagi.
Bahkan, Gus Mujib mengaku berterima kasih kepada para kiyai dan tokoh masyarakat seperti Kiyai Suadi dari Pasrepan yang telah memprakasai upaya normalisasi dengan mengerahkan para santri dan warga sekitar.
"Kami sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh tokoh masyarakat kyai Suadi. Kami individu melakukan bantuan perorangan, dan itu sangat terkoordinasi oleh Gus Suadi,” jelasnya.
Lebih lanjut Gus Mujib tak hanya menyampaikan permintaan tersebut dengan tanpa bukti. Ia pun berharap kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa maupun Wagub Emil Elestianto Dardak untuk segera turun sekaligus melihat kondisi terkini dari banjir yang sudah 5 hari menggenangi rumah-rumah warga.
"Kalau bisa Ibu Gubernur atau Pak Wagub bisa segera turun ke Pasuruan untuk melihat kondisi terkini warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan. Karena kami memandang bahwa kalau anggaran sudah ada, mudah-mudahan cepat dieksekusi, karena ini menyangkut hajat hidup ratusan ribu warga yang sedang dilanda bencana," tegasnya.
Seperti diketahui, khusus di Kecamatan Grati. luapan air bah membawa dampak cukup serius. Seperti di Desa Kedawung Kulon misalnya, dimana ada 2 titik tanggul yang jebol. Yaitu di Dusun Adirogo dan juga Dusun Kebrukan. Dua titik inilah yang menyebabkan banjir menjadi parah pada kali ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris menambahkan, dalam hal langkah apa yang dilakukan oleh Pemkab Pasuruan, pastinya adalah mengutamakan tindakan kedaruratan.
Perihal jebolnya tanggul, pihaknya akan berusaha menutupnya dengan menggunakan karung berisi pasir. Sehingga tidak berdampak lebih jauh.
“Langkah yang kami ambil sementara akan menutup memakai sandbag. Supaya tidak masuk ke rumah-rumah warga,” ungkapnya. (emil)
2425 x Dilihat
531 Disukai
507 Tidak Suka
Share Berita :
Ringkasan AIBeta
Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silahkan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.
0 Komentar
Komentar Anda
Alamat
Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan JL.Raya Raci KM - 9 Bangil, Pasuruan
0 Komentar