Untuk menekan laju inflasi daerah terutama menjelang
Lebaran, Pemerintah Kabupaten Pasuruan intens mengoptimalkan beberapa strategi
pengendalian. Hal itu disampaikan oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo pada saat
membuka High Level Meeting (HLM) pengendalian
inflasi daerah dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)-Ramadhan
dan Idul Fitri 1446 Hijriyah.
Diantara upaya pengendalian inflasi dilakukan
dengan menstabilkan harga Bahan dan Barang Pokok Penting (Bapokting) agar harga
komoditas terjangkau. Termasuk memantau ketersediaan dan keamanan pasokan,
kelancaran distribusi dan menerapkan komunikasi efektif kepada masyarakat.
"Kami Pemkab Pasuruan terus mengoptimalkan
pemanfaatan infrastruktur pengairan dan melakukan akselerasi digitalisasi
pertanian. Juga meningkatkan nilai tambah produk pertanian, pemutakhiran sistem
dan infrastruktur logistik dan penguatan sinergi. Juga berkoordinasi antar
lembaga," jelasnya.
Dalam agenda yang digelar di Auditorium Mpu
Sindok, Gedung Kantor Bupati pada hari Jumat (21/3/2025) tersebut, Bupati Rusdi
menjabarkan bermacam kebijakan turunan yang diterapkan guna mengendalikan
inflasi. Termasuk implementasi sistem riset pertanian yang harus diintegrasikan
melalui digitalisasi pertanian.
"Ada beberapa tantangan pengendalian inflasi
daerah yang yang perlu kita carikan solusinya. Seperti alih fungsi lahan
pertanian, regenerasi petani, rendahnya akses pembiayaan petani, belum
terintegrasi data pangan dan peningkatan peran BUMD/BUMDes," imbuhnya.
Sebelumnya, dalam laporannya Sekretaris
Daerah Yudha Triwida Sasongko menjelaskan tentang beragam upaya pengendalian
inflasi menjelang Idul Fitri 1446 H. Seperti mengadakan Operasi Pasar Beras
SPHP sebanyak 42,22 ton dan Operasi Pasar "Minyak Kita" terhadap 25 pedagang di
pasar Bangil. Ada juga Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan hingga 6 kali di tiitk yang berbeda serta memberikan Bantuan
Kerawanan Pangan di Desa Kebotohan dan Desa Asem Kandang. Juga melakukan monitoring
ketersediaan bahan pangan strategis di 8 pasar.
"Inflasi di Kabupaten Pasuruan sepanjang
Januari-Maret 2025 cukup terkendali. Mengalami deflasi atau penurunan harga
selama 3 minggu untuk beberapa komoditas. Seperti Cabai Rawit, Telur Ayam Ras,
Bawang Merah dan Daging dan Ayam Ras. Hal itu didorong masih berlangsungnya
musim panen di sejumlah daerah sentra produksi. Sedangkan penurunan harga
komoditas daging Ayam dan telur Ayam dipengaruhi oleh harga bibit Day Old Chick yang menurun," ucapnya.
Di sisi lain, Kabupaten Pasuruan mengalami
inflasi atau kenaikan beberapa komoditas selama 6 minggu. Seperti Cabai Rawit,
Cabai Merah, Minyak Goreng, Beras, Gula Pasir, Bawang Merah dan Daging Sapi.
Hal itu disebabkan meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025.
Sementara, peningkatan harga komoditas hortikultura
dan tanaman pangan didorong oleh berlangsungnya masa tanam. Peningkatan inflasi
inti seperti komoditas minyak goring disebabkan terjadinya peningkatan harga
komoditas global.
199 x Dilihat
15 Disukai
16 Tidak Suka
Share Berita :
Ringkasan AIBeta
Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silahkan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.
0 Komentar
Komentar Anda
Alamat
Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan JL.Raya Raci KM - 9 Bangil, Pasuruan
0 Komentar