Setelah tuntas dengan kegiatan Keaksaraan Dasar (KD), Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan, pada tahun ini, mengajak warga belajar untuk mengikuti Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM).
Tak setengah-setengah, anggaran sebesar Rp 6 Milyar pun telah disiapkan untuk mensukseskan program ini.
Tutik Rahayati, Kasi Peserta Didik dan Kelembagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mengatakan, tahun ini sekitar 12.900 warga belajar yang sudah lulus keaksaraan dasar alias bisa baca tulis, langsung diajak untuk mengikuti KUM. Para warga belajar tersebut berasal dari 1290 kelompok dengan besaran anggaran per kelompok masing-masing Rp 4,6 juta selama 86 jam tatap muka atau mulai agustus hingga desember mendatang.
“Kita siapkan dari APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2018. Satu kelompok terdiri dari 10 orang yang akan kita dampingi terus dalam program ini,” kata Tutik di sela-sela kesibukannya, Selasa (11/09/2018).
Selama program berlangsung, Dispendik akan melakukan pemeliharaan kemampuan keaksaraan dasar sekaligus pendidikan kecakapan hidup pada seluruh warga belajar, baik soft-skill berupa sikap dan karakter maupun hard-skill dalam bentuk keterampilan vokasional. Salah satu bentuk real action (langkah konkrit) nya menurut Tutik adalah mulai dari pembelajaran, praktek sampai dengan evaluasi.
“Jadi para warga belajar ini kita berikan modal keterampilan seperti cara membuat kue atau jajanan atau yang lain. Kalau sudah bisa, kita arahkan mereka untuk belajar menjual atau menjadi pengusaha jajanan kecil-kecilan sembari mereka terus mengasah kemampuan baca tulis mereka,” imbuhnya.
Menurut dia, melalui program lanjutan pasca keaksaraan dasar itu, banyak warga belajar dan akhirnya memiliki keterampilan dan mampu memiliki usaha, baik secara pribadi maupun kelompok (kelompok belajar usaha), sehingga akan lebih sejahtera.
"Tidak mudah menjalankan semua program tersebut. Harus ada kerja sama semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, lembaga penyelenggara pendidikan keaksaraan, para tutor dan juga warga belajar serta fasilitas pendukung," beber Tutik.
Lebih lanjut Tutik menegaskan bahwa program KUM menyesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing wilayah. Contohnya Kecamatan Lekok, di mana para warga belajar diajak untuk mengolah ikan menjadi keripik, kerupuk atau makanan yang bernilai ekonomis.
“Beberapa hari lalu saya ke Lumbang, jadi banyak warga belajar yang sudah pintar membuat tempeh, keranjang sampah maupun keranjang untuk jualan mracangan. Alhamdulillah kita senang mendengarnya,” jelasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)
2318 x Dilihat
478 Disukai
458 Tidak Suka
Share Berita :
Ringkasan AIBeta
Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silahkan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.
0 Komentar
Komentar Anda
Alamat
Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan JL.Raya Raci KM - 9 Bangil, Pasuruan
0 Komentar