Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori berharap, keberadaan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULDPB) di Kabupaten Pasuruan yang baru saja diresmikannya pada hari Kamis (31/7/2025) sebagai wadah kesetaraan bagi masyarakat penyandang disabilitas. Khususnya dalam hal penanggulangan bencana.
Di
sisi lain, fasilitas khusus tersebut sebagai wujud ketangguhan inklusif bagi
disabilitas. Sekaligus sebagai wujud apresiasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan
bersama empat Kabupaten lainnya yakni Sampang, Malang, Pacitan dan Lumajang
dalam merangkul penyandang disabilitas.
“Kami
mencoba membentuk unit layanan disabilitas sebagai penanggulangan bencana.
Sehingga tidak ada satu kelompok-pun yang tertinggal jika semisal terjadi
musibah bencana alam,” katanya.
Menurut
hemat Gus Shobih sapaan familiarnya, saat ini kesadaran terkait keterlibatan
disabilitas dalam penanggulangan bencana terus digalakkan. Hal tersebut
membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan melibatkannya. Diantaranya
dilakukan dengan memberikan edukasi melalui sosialisasi, pelatihan dan simulasi
tanggap bencana.
Lebih
lanjut, perkantoran yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan
juga telah menunjukkan tanda-tanda ramah terhadap disabilitas. Terlebih Kabupaten
Pasuruan menjadi pelopor pembentukan ULDPB di Jawa Timur. Sehingga
kantor-kantor diharuskan menunjukkan agar ramah disabilitas.
“Kantor-kantor
di Kabupaten Pasuruan sudah menunjukkan bahwa layak dan ramah terhadap rekan
disabilitas. Saya juga berharap semuanya turut mengikutinya,” pintanya.
Di
akhir sambutannya, Gus Shobih berharap agar ke depannya, keterlibatan masyarakat
penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana dapat lebih membaik lagi.
Turut
meresmikan ULDPB, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto dan
Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo. Berikut, Konsulat Jenderal
Australia, Glen Askew.
Sementara
itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi
menambahkan, masyarakat dengan keterbatasan seperti disabilitas dalam
penanggulangan bencana merupakan salah satu yang diprioritaskan dalam tindakan
kedaruratan bencana. Dengan diresmikannya Unit Layanan Disabilitas, kami akan
melakukan pembinaan kepada komunitas disabilitas.
“Jadi,
teman-teman komunitas disabilitas tidak hanya sebagai objek saja. Tetapi sekaligus
sebagai subjek dalam pengurangan resiko bencana. BPBD Kabupaten Pasuruan juga
memberikan fasilitas Pojok Disabilitas,” imbuhnya. (Eka Maria+Iguh)
Komentar