Tim Penggerak (TP) PKK memiliki peran besar mendukung Kabupaten Pasuruan dalam menurunkan kasus stunting. Pernyataan itu disampaikan Wakil Bupati Mujib Imron pada saat hadir dalam Edukasi Sosialisasi Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) di Balai Desa Bakalan Kecamatan Purwosari.
Sebagai Kabupaten Lokus Stunting pada tahun 2020 yang sampai saat ini terus diikuti berbagai program penurunan stunting, Pemerintah Daerah semakin intens dalam melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tidak terkecuali TP PKK, baik di tingkat Desa, Kecamatan maupun Kabupaten yang diharapkan mampu berperan aktif dalam mengaplikasikan strategi intervensi pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Pasuruan.
“Pokja III TP PKK mempunyai tupoksi di bidang pangan, sangat berkontribusi dalam upaya menurunkan kasus stunting di Kabupaten Pasuruan. Diantaranya dengan memberikan pelatihan memasak makanan sehat. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,” jelas Gus Mujib sapaan familiar Pengash Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut.
Menurut Wakil Bupati, pola konsumsi pangan masyarakat di Kabupaten Pasuruan masih belum beragam dan seimbang. Hal itu dikarenakan sebagian besar masih tergantung dengan pangan pokok nasi dan masih kurangnya konsumsi protein. Sehingga rawan terhadap pertumbuhan balita stunting. Maka dari itu, dibutuhkan edukasi pemberian gizi seimbang untuk balita agar tubuhya bisa bertambah tinggi. Berikut sehat perkembangan otaknya dengan pangan B2SA.
“Dalam rangka meningkatkan gizi keluarga, Ibu-ibu harus mampu menerjemahkan keinginan dan kebutuhan keluarga supaya hidangan yang dibuat disukai anggota keluarga. Juga laku dijual sebagai makanan komersial untuk menambah pendapatan keluarga,” himbaunya.
Lebih lanjut, Gus Mujib juga menghimbau kepada seluruh peserta kegiatan yang mayoritas ibu rumah tangga tersebut agar memiliki daya cipta dan kreatifitas yang tinggi. Sekaligus harus tetap eksis dan berkembang dalam dunia usaha olahan pangan. Tujuannya tidak lain supaya buah hatinya tetap sehat, bergizi dan terbebas dari stunting.
“Saya berharap, TP PKK Pokja III, TP PKK Desa Bakalan dan Kader Pangan bisa berperan aktif mensosialisasikan dan menyebarluaskan informasi tentang olahan pangan B2SA kepada seluruh lapisan masyarakat. Juga bisa menciptakan peluang usaha para ibu untuk menambah penghasilan keluarga," harapnya dalam agenda pertemuan yang dilaksanakan ada hari Kamis (22/9/2022) tersebut.
Dalam sesi pelatihan olahan pangan B2SA yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan tersebut, TP PKK Pokja III Kecamatan Purwosari memberikan pelatihan pembuatan dan penyajian beragam menu makanan kepada TP PKK Desa Bakalan. Selama kegiatan berlangsung, tampak seluruh peserta kegiatan sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan, disambung dengan mempraktekkan cara memasak makanan sehat. (Eka Maria)
3103 x Dilihat
910 Disukai
908 Tidak Suka
Share Berita :
Ringkasan AIBeta
Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silahkan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.
0 Komentar
Komentar Anda
Alamat
Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan JL.Raya Raci KM - 9 Bangil, Pasuruan
0 Komentar