Agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berkembang dan maju, baik Ketua, Anggota maupun struktur kepengurusan inti lainnya harus benar-benar profesional dan akuntabel. Penegasan itu disampaikan oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo sesaat sebelum Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meresmikan secara serentak 80 ribu kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurut Mas Bupati Rusdi, sapaan akrab
Kepala Daerah, dalam pelaksanaannya di lapangan, Ketua Koperasi sudah
sepatutnya memiliki rencana bisnis yang matang. Berikut, sistem manajerial yang
mumpuni sebagai modal utama pengelolaannya. Sehingga diharapkan dapat
berkembang menjadi badan usaha dan gerakan ekonomi rakyat yang berdampak
signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
“Pesan saya, Koperasi Merah Putih
harus punya bussines plan-nya. Jadi
Panjenengan harus punya rencana bisnis, mau dibuat apa. Untuk anggarannya
seperti apa. Jadi semua harus ada kalkulasinya. Nah ini yang Panjenengan harus
benar-benar teliti, terutama para Ketua Koperasi. Jangan mutlak nurut ke Kepala
Desa-nya saja. Karena yang bertanggung jawab itu Ketua Koperasi dan
Anggotanya,” ucapnya.
Di sisi lain, Ketua Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih juga harus berkompeten dan paham aturan kelembagaan.
Tentunya, didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sebagai
ekosistem dalam menjalankan program-programnya.
“Jadi, Ketua Koperasi Merah Putih itu
harus benar-benar orang yang mengerti aturan dan bisa administrasi, dibantu
orang-orang yang kompeten. Nanti Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah terus
kita dorong untuk melakukan sosialisasi atau pendalaman-pendalaman tugas biar Panjenengan
bisa tahu apa yang harus dilakukan pada waktu menjadi Pengurus Koperasi Merah
Putih di desa masing-masing,” tandasnya.
Lebih lanjut, Kepala Daerah menambahkan,
kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo
tidak lain untuk mewujudkan kemandirian masyarakat. Targetnya, meningkatkan kesejahteraan
masyarakat desa. Oleh karenanya harus dilakukan secara bersama-sama.
“Ketua Koperasi Desa harus bisa
menjalankan tugasnya secara akuntabel. Dan ini menjadi tugas kita bersama. Koperasi
di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo menjadi salah satu pendahulu Koperasi
Desa Merah Putih. Jadi teman-teman Koperasi Desa Merah Putih dari desa-desa
lainnya bisa sharing pendapat dengan yang sudah jalan. Ada juga Koperasi Desa Ampel
Sari dan Koperasi Kelurahan Kejayan,” ungkapnya.
Sebaliknya, Mas Bupati Rusdi berpesan
kepada Kepala Desa agar memberikan sokongannya kepada pengurus Koperasi. Menjadikan
masyarakat lebih sejahtera adalah muaranya.
“Masyarakat yang kurang mampu bisa
kita bantu melalui program-program Pemerintah. Baik dari Pemerintah Pusat,
Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, bahkan Pemerintah Desa itu sendiri.
Yang perlu kita ingat, tujuan menjadi Perangkat Desa, Kepala Desa atau bahkan
Bupati, semuanya adalah untuk pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Diketahui, pada hari Senin
(21/7/2025), Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto secara serentak
meluncurkan 80 ribu kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
se-Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Pasuruan, Koperasi Desa Merah Putih
di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo yang dipilih menjadi Lokasi Titik Mockup
untuk mengikuti peluncuran secara hybrid. Menandai mulai beroperasinya Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih secara resmi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyebutkan,
keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu menguatkan
perekonomian masyarakat desa. Agar pengelolaannya lebih optimal, baik Ketua
maupun Pengurusnya harus menerapkan konsep gotong-royong. Seperti yang
diutarakan dalam pernyataannya berikut ini.
“Jadi dari sebelumnya lemah kalau
bersatu akhirnya menjadi kekuatan. Dari ekonomi lemah menjadi kekuatan ekonomi
yang kuat. Ini adalah konsep koperasi yang memegang prinsip gotong royong,”
tuturnya.
Hadir dalam kegiatan, Sekretaris
Daerah (Sekda) Yudha Triwidya Sasongko dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Tri Agus
Budiharto. Turut mengikuti, Kepala Desa Wonokerto, Sugiono dan Kepala Perangkat
Daerah terkait lainnya. (Eka Maria)
Komentar