Pemerintah Kabupaten Pasuruan siap bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh stakeholders dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu terpantau dari kesiapsiagaan yang ditunjukkan oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan dan tim relawan Masyarakat Peduli Api Tahura dalam Apel Gabungan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur.
Pantauan Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemerintah Kabupaten Pasuruan di lokasi kegiatan, tampak tim gabungan dibawah koordinasi BPBD Kabupaten Pasuruan turut disiagakan dalam barisan. Siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur dalam mencegah potensi terjadinya karhutla. Terlebih di musim kemarau saat ini. Seperti yang diutarakan oleh Plt. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris pada saat dikonfirmasi seusai pelaksanaan Apel Gabungan.
"Hari ini kami turunkan 1 regu BPBD, 1 peleton Tagana, 1 regu Damkar, 1 regu Linmas dan 1 regu dari Pol PP dalam Apel Gabungan Pengendalian Karhutla di Jawa Timur. Kami juga sudah sudah mengumpulkan para pemangku hutan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Ada perwakilan dari TNBTS, Perhutani dan Tahura guna menyiapkan personil dan sarpras. Termasuk pembiayaan sesuai kewenangan masing-masing, apabila terjadi karhutla," tuturnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga lebih intens melakukan aktivasi Tim Reaksi Cepat di masing-masing pos. Tidak terkecuali terus merapatkan barisan bersama Masyarakat Peduli Api sebagai upaya preventif dalam mengantisipasi potensi terjadinya karhutla.
"Di samping selalu berkoordinasi dengan Perhutani, Tahura dan TNBTS, kami juga melakukan edukasi melalui sosialisasi dan berkomunikasi aktif dengan masyarakat. Terutama yang tinggal di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan," ujar Harris.
Dalam upacara yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Lapangan Kaliandra Resort Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Rabu (7/6/2023) pagi tadi, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan beberapa pesan pentingnya. Bahwa Apel Siaga Gabungan dilaksanakan untuk membangun kesiapan bersama dalam penanggulangan bencana karhutla di Provinsi Jawa Timur. Khususnya dalam memastikan kesiapsiagaan personil, peralatan, sarana dan prasarana penanganannya.
"Ada tim dari kehutanan, polisi hutan, pengelola Taman Nasional yang cukup banyak di Jatim. Juga ada BNPB, BPBD, tim relawan, ada BPBD, ada BNPB tentu dikuatkan Pemkab/ Pemkot. Tim ini menjadi penting untuk dikonsolidasikan agar terbangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara seksama," ujarnya dengan nada optimis pada saat memimpin Apel Gabungan.
Berdasarkan data laporan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, dalam jangka waktu empat tahun terakhir, kebakaran hutan menunjukkan tren penurunan. Perbandingannya, jika pada tahun 2019 persentase kasus kebakaran 0,55 persen atau seluas 7.550,09 hektar, maka pada tahun 2022, kebakaran hutan 0,028 persen atau seluas 390,50 hektar dari luas kawasan hutan di Jawa Timur.
"Kita ingin penurunan ini terus berlanjut. Sehingga butuh komitmen bersama untuk menjaga hutan dan lahan kita. Termasuk didalamnya, bagaimana pengendalian karhutla di area terdekat yang bisa kita lakukan," tegas Gubernur Jawa Timur.
Diketahui, dalam seremonial yang melibatkan seribu tim gabungan dari seluruh Jawa Timur tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh Bupati Pasuruan berkesempatan menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran secara simbolis kepada Masyarakat Peduli Api dan Tahura Raden Soerjo. (Eka Maria)
Komentar