Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Bangkitkan Prigen Sebagai Cikal Bakalnya Anggrek di Indonesia

Gambar berita
17 Juli 2023 (17:00)
Agrowisata
2819x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Hingga hari keempat, Pasuruan Orchids Festival yang digelar di Expo Center Taman Dayu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan terus ramai dikunjungi para pecinta tanaman anggrek.

Seperti yang terlihat pada senin (17/07/2023), satu per satu stan anggrek ramai dikunjungi oleh para penyuka bunga anggrek dari berbagai daerah di Indonesia.

Ekaning Benawi, salah satu panitia menjelaskan, total ada 50 stan yang berpartisipasi dalam Pasuruan Orchids Festival. Selain pameran, ada pula lomba anggrek yang diikuti oleh 35 peserta dari banyak daerah. Mulai Jatim hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kalau ada pameran anggrek, pasti ada lomba anggrek. Selain menunjukkan banyak anggrek, festival ini juga pasti ada varian baru. Jadi kalau sudah mengenal banyak anggrek, next nya akan dibudidayakan lebih banyak lagi," katanya.

Dijelaskan Ekaning, Pasuruan Orchids Festival digelar selama seminggu, yakni mulai 14-20 juli 2023. Adapun jenis anggrek yang jadi peserta kontes ada lima kategori. Diantaranya dendrodium, vanda, cattleya, hibrida, dan spesies.

Namun dari lima kategori tersebut, paling banyak peminatnya adalah pemilik anggrek jenis spesies dan dendrodium. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu hingga puluhan juta rupiah.

"Kalau paling banyak ya jenis spesies dan dendrodium. Harganya ya macam-macam sampai Rp 35 juta," singkatnya. 

Digelarnya Pasuruan Orchids Festival juga menandakan bangkitnya dunia peranggrek an di Pasuruan. Apalagi Prigen merupakan satu-satunya cikal bakal anggrek di Indonesia sebelum akhirnya menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Plus ditambah pernah menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara.

"Belasan tahun lalu Prigen ini menjadi cikal bakal berkembangnya anggrek nasional. Bahkan sampai terbesar se-Asia Tenggara. Makanya ini jadi momen untuk kita hidupkan apinya, kemudian lama-lama akan semakin besar dan kembali terkenal," jelas Ekaning. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cari Solusi Konflik Agraria 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Mas Bupati Rusdi Beraudiensi Dengan DPR RI

Untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Des...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasurua...

Article Image
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027, Wabup Gus Shobih Tekankan Penguatan Potensi dan Regulasi Investasi

Di awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memaksimalkan pembanguna...

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...