Saat membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian di Auditorium Mpu Sindok, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto mendorong seluruh peserta untuk memberikan pandangannya. Tidak terkecuali menyumbangkan saran serta masukan-masukan konstruktifnya, terutama berkaitan dengan inisiasi terobosan yang dimiliki.
Tentunya, hal itu bertujuan untuk kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Pasuruan. Dengan demikian, beragam inovasi akan disalurkan itu dapat dimasukkan sebagai bahan pertimbangan untuk strategi pembangunan ke depannya.
Di sisi lain, Pj. Bupati Andriyanto juga meminta agar masyarakat agar memanfaatkan teknologi di era serba digital saat ini. Diantaranya dapat dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi komunikasi seperti WhatsApp untuk berbagi informasi. Terlebih, peran generasi muda milenial Z diharapkan sebagai ujung tombak dalam memberikan inovasi serta ide-ide yang lebih segar.
"Manfaatkan media seperti WhatsApp untuk saling berbagi informasi. Saat ini jaman sudah canggih dan hal itu perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja kita. Meskipun petani atau nelayan sekarang sudah pasti hampir semuanya memiliki telepon pintar," ujarnya pada hari Senin (26/2/2024).
Lebih lanjut, Pj. Bupati Andriyanto juga menyampaikan keprihatinannya kepada para nelayan yang saat ini sudah banyak beralih menjadi buruh pabrik karena tuntutan ekonomi. Oleh karenanya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur tersebut sangat berharap, program kerja yang akan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian nantinya dapat memberikan dampak kesejahteraan kepada nelayan.
Kondisi itu juga yang melatarbelakangi Pj. Bupati Andriyanto membuka seluas-luasnya FKP sebagai ajang berdiskusi bagi seluruh peserta yang hadir. Terutama yang mewakili suara masyarakat, baik dari perwakilan petani, nelayan hingga perwakilan perusahaan maupun pengusaha.
"Di forum ini, peran peserta yang hadir terutama masyarakat yang mewakili petani, nelayan atau yang lainnya akan berpengaruh pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik di lingkungan instansi Pemerintah Daerah. Terutama di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian," jelasnya didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Lilik Widji Asri dan Direktur Polbangtan Malang.
Hadir dalam FKP Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Kepala Dinas Perikanan. Berikut, para Penyuluh Pertanian dari 24 kecamatan, perwakilan Asosiasi Petani hingga perwakilan Asosiasi Nelayan Kabupaten Pasuruan. (Iguh+Eka Maria)
Komentar