Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VII tingkat Kabupaten Pasuruan tahun 2026, Minggu (19/7/2026) pagi. Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fauzani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.
Dalam sambutannya, Gus Shobih menekankan pentingnya Porsadin sebagai media koreksi, uji kompetensi, serta evaluasi fisik maupun kecerdasan bagi santri Madrasah Diniyah (Madin) setelah menempuh kurikulum pendidikan selama satu tahun terakhir.
Kompetensi yang diujikan tidak hanya meliputi aspek kecerdasan spiritual dan intelektual keagamaan, melainkn juga aspek ketahanan fisik melalui ragam cabang olahraga yang dilombakan guna melahirkan generasi yang sehat lahir dan batin.
Di hadapan para pengurus, wali santri, serta ribuan santri, Gus Shobih menyampaikan pandangan mendalam mengenai potret pengelolaan serta pengembangan pendidikan keagamaan. Pemkab Pasuruan selalu berkomitmen mutlak untuk menjaga warisan program masa lalu yang sudah baik, sembari terus berinovasi mengambil terobosan baru yang jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Terkait regulasi daerah, Gus Shobih memaparkan bahwa komitmen terhadap Madin telah tertuang kuat dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pasuruan Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pendidikan, yang kemudian ditindaklanjuti secara teknis melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 21 Tahun 2016.
Langkah-langkah strategis akan terus diambil oleh pemerintah daerah guna menyelaraskan regulasi tersebut sesuai dengan dinamika aturan terbaru, demi menjamin kepastian serta perlindungan hukum bagi madrasah diniyah.
“Peraturan Daerah saat ini sudah banyak pasal yang kadaluarsa, dan pemerintah sudah mengkaji Peraturan Daerah tersebut. Langkah-langkah strategis akan terus diambil oleh pemerintah daerah guna menyelaraskan regulasi tersebut demi menjamin kepastian serta perlindungan hukum bagi madrasah diniyah”, katanya.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk terus berupaya hadir memberikan dukungan dan memfasilitasi program-program pendidikan keagamaan di Kabupaten Pasuruan. Gus Shobih menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat merupakan sebuah keharusan demi mendorong pembangunan karakter anak-anak di wilayah Kabupaten Pasuruan.
"Pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak akan pernah menutup mata terhadap perjuangan madrasah diniyah. Kami akan terus hadir dan memberikan dukungan terbaik di tengah-tengah panjenengan semua sebagai wujud kepedulian negara dalam mengawal jalannya pendidikan keagamaan yang berkualitas," jelasnya.
Di akhir sambutannya, Gus Shobih mengajak jajaran pengurus FKDT serta instansi terkait untuk duduk bersama, menyatukan visi, dan membangun komitmen pelaksanaan program wajib Madin secara riil dan berdampak langsung di lapangan.
Ia juga berpesan agar transformasi pendidikan agama dapat melahirkan generasi santri yang siap mengabdi di berbagai lini profesi di masa depan, baik sebagai kiai, guru, olahragawan, maupun pemimpin daerah, dengan senantiasa berbekal ilmu yang bermanfaat. (iguh)
Komentar