Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Bupati Irsyad Yusuf Minta Semua Pihak Intens Galakkan Kasih Bersanding Mesra di 8 Lokus Stunting

Gambar berita
17 Mei 2022 (16:36)
Kesehatan
3000x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya menekan kasus stunting di 8 lokus utama.

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) mengatakan, hingga kini perhatian terhadap kasus stunting diprioritaskan di 8 kecamatan. Yakni Kejayan, Rejoso, Nguling, Grati, Tosari, Tutur, Puspo, Pasrepan, Wonorejo, Rembang dan Beji.

Kedelapan kecamatan tersebut masih ditemukan kasus stunting di beberapa desa. Dimana paling banyak di Kecamatan Pasrepan dengan 4 desa lokus stunting seperti Desa Ampelsari, Sibon, Ngantungan dan Desa Pohgading.

Untuk itu, dengan Program Kasih Bersanding Mesra yang merupakan singkatan dari Keluarga Bersih Bersama Sadar Stunting Menuju Masyarakat Sejahtera, ia optimis kasus stunting akan terus bisa ditekan.

"Kita galakkan program Kasih Bersanding Mesra hingga semua elemen masyarakat bersatu padu untuk mengurangi jumlah anak yang stunting. Terutama di lokus stunting," kata Gus Irsyad saat menghadiri Pembinaan Kepegawaian di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/05/2022) siang.

Untuk memperkuat program ini agar sampai di lini paling bawah, Bupati Pasuruan mengeluarkan Surat Keputusan sejak tahun 2021 lalu hingga yang terbaru, yakni Peraturan Bupati Pasuruan No. 2 Tahun 2022 Tentang Gerakan Keluarga Bersih Bersama Sadari Stunting Menuju Masyarakat Sejahtera.

Dalam Perbup tersebut, semua pihak dilibatkan dengan tupoksi masing-masing. Sebut saja perangkat daerah dengan tugas menyesuaikan lokus program. Kemudian organisasi perempuan dan kader kesehatan yang intens dalam kegiatan Posyandu Tematik Stunting (Posting) dan Voucher Belanja Nutrisi (Relasi).

Ada pula perusahaan melalui program CSR (cooperate social responsibility) dengan mensupport kegiatan Penyediaan Sanitasi (Kasih Agawe) hingga media massa dan pegiat sosial yang sama-sama aktif dalam kegiatan KIE Bersanding (Komunikasi Informasi dan Edukasi Media Massa Bersama Sadar Stunting).

"Harus ada kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, organisasi profesi, hingga akademisi. Semua kalangan dirangkul sebagai satu kekuatan,” tegasnya.

Lebih lanjut Gus Irsyad menegaskan bahwa apabila sama sama kompak dan sinergi, maka 6056 batita stunting dan 8525 keluarga resiko stunting di Kabupaten Pasuruan bisa terus ditekan semaksimal mungkin.

"Kalau Presiden Jokowi menargetkan penurunan stunting hingga 14% pada 2024 wajib terlaksana. Kita juga wajib optimis untuk bisa terus menurunkannya sampai maksimal," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wakil Bupati Shobih Asrori Apresiasi Para Jawara Anugerah INOPAMAS 2026

Lomba Inovasi dan teknologi Kabupaten Pasuruan Maju Adil dan Sejahtera (INOPAMA...

Article Image
Ratusan PJU Smart System di Kabupaten Pasuruan, Segera Terpasang

Sebentar lagi, ratusan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Pasuruan akan b...

Article Image
Dewan Pesantren Kabupaten Pasuruan Tempati Kantor Baru

Usai dikukuhkan pada akhir tahun 2025 lalu, Dewan Pesantren Kabupaten Pasuruan...

Article Image
Promo Tiket Murah. Ribuan Wisatawan Serbu Saygon Waterpark

Musim liburan sekolah seperti saat ini, tempat wisata Saygon Waterpark Pasuruan...

Article Image
Wabup Shobih Lepas 1000 Lebih Peserta MTB di Bangil Kota Baru Sekaligus Apresiasi Kontribusi Rumah Subsidi

Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori mengapresiasi penyelenggaraan event Moun...