Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Cantiknya Krisan Kecamatan Tutur Awet Sampai Dua Minggu

Gambar berita
28 Agustus 2018 (11:20)
Ekonomi
3673x Dilihat
0 Komentar
admin

Berkat sistem penanaman secara organik, Krisan hasil budidaya petani di Kecamatan Tutur dikenal berkualitas, baik dari segi keawetan bunga maupun keindahan kuntumnya. Adalah Ignas, satu diantara petani Krisan di Desa Gendro Kecamatan Tutur yang selalu menerapkan pola tanam organik di atas 900 meter luasan kebun Krisan miliknya.          

Total ada 24 varietas Krisan yang dibudidayakan dengan sistem perbanyakan vegetatif yang perawatannya sangat diperhatikan, mulai dari proses pemupukan sampai pemenuhan kebutuhan nutrisi serta pengamanan tanaman dari serangan hama. Maka tidaklah mengherankan jika hasil panen bunganya lebih tahan lama kesegaran bunganya sampai 14 hari.   

“Krisan dari kebun saya bisa tahan kesegarannya sampai 14 hari. Ini karena kesehatan  tanamannya terjaga dengan baik, termasuk selalu memperhatikan kecukupan asupan nitrogen agar daun dan bunga tidak layu. Pemupukan organik murni, jadi saya tidak pakai NPK atau Urea, tapi cukup menggunakan pupuk kandang saja dengan memanfaatkan kotoran sapi perah yang banyak dibudidayakan warga di sini. Tujuan saya memang ada efek gandanya sih. Diantaraya, memberikan kesempatan masyarakat untuk memanfaatkan kotoran ternak agar punya nilai ekonomi lebih. Jadi bisa menghidupi orang desa”, urainya waktu dijumpai Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan di kebun Krisannya.       

Dengan kualitas bunga super yang tetap terjaga, hasil panen Krisan dari kebun pria ramah lulusan Fakultas Pertanian dari Universitas Brawijaya yang memulai bisnis bunga potongnya sejak tahun 2005 silam tersebut selalu diminati dan dinanti pelanggannya. Ketika musim panen tiba yakni sekitar 85 hari dari masa tanam, pelanggannya siap menerima kiriman beraneka warna Krisan yang telah dipesannya. Tidak hanya dari Jawa Timur saja, melainkan sampai luar pulau Jawa.

“Dari masa panen sekitar 85 hari di atas lahan 900 meter persegi, per minggunya bisa menghasilkan 30 ribu batang Krisan dengan kategori grade A. Semuanya sudah dipesan jauh-jauh hari oleh para pelanggan dari Surabaya, Jakarta, Bali, Makasar, Palangkaraya, Palembang dan kota besar lainnya”, pungkasnya mengakhiri perbincangan. (Eka Maria) 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Para Pemudik Silahkan Mampir di 7 Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Polres Pasuruan

Untuk melayani para pemudik selama Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan...

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan Resmi Kukuhkan 63 Pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan

Sebanyak 63 pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan resmi dikukuhkan u...

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...

Article Image
Petani Duku Rejoso, Mulai Panen Raya

Gimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang sangat terkenal itu?Beruntung sekal...

Article Image
Audiensi dengan PIP Kemenkeu, Mas Rusdi Buka Peluang Kerja Sama Potensi Pembiayaan Strategis Daerah

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi dengan Pusat Investasi Pemerint...