Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

1097 Peserta Ishari Kolosal Lantunkan Sholawat Nabi. Wabup Gus Shobih Tegaskan Ishari Harus Dilestarikan dan Jadi Ekstrakulikuler di Sekolah

Gambar berita
26 September 2026 (16:25)
Pendidikan
191x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar
Apa jadinya jika ribuan umat islam melantunkan sholawat nabi dengan diiringi pertunjukan seni hadrah, jawabannya adalah syahdu dan menggetarkan hati.
 
Itulah yang terlihat saat 1097 orang menghadiri ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Indonesia) Kolosal Kabupaten Pasuruan di Halaman Kantor Bupati Pasuruan, Jumat (25/9/2026) malam. Seluruh undangan, termasuk Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori ikut larut dalam kekhusyukan melantunkan syair sholawat, sekaligus melakukan gerakan khas ishari bersama peserta yang kebanyakan berstatus pelajar ini. 
 
Menurut Wabup, Kabupaten Pasuruan dikenal luas sebagai basis dan benteng tradisi keagamaan yang kuat, salah satunya Hadroh Ishari. Bahkan bisa dibilang lahirnya Ishari ya dari Kabupaten Pasuruan yang dikenalkan oleh Kiyai Abdul Rohim dan kemudian disahkan oleh KH Wahab Hasbullah hingga akhirnya ditetapkan sebagai Bapak Ishari.
 
"Ishari ini merupakan salah satu tinggalan para sepuh kita yang dibentuk oleh KH Abdul Rohim, kemudian disahkan oleh KH Wahab Hasbullah yang selanjutnya ditetapkan sebagai Bapak ISHARI,” ujarnya.

Kini, pelestarian ISHARI tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisinya, tetapi juga perlu dilakukan melalui regenerasi. Tak heran, Gus Shobih - sapaan akrab Wabup Pasuruan ini mengapresiasi banyaknya anak-anak yang ikut dalam kegiatan Lailatul Hadrah kali ini.

“Alhamdulillah, ISHARI kali ini dihadiri banyak anak-anak kecil. Sehingga tidak terkesan ISHARI hanya untuk orang tua,” imbuhnya. 
 
Di hadapan para undangan, Gus Shobih menegaskan bahwa seni hadrah dalam ISHARI memiliki karakter yang berbeda dengan hadrah modern, seperti Banjari.

Seni ini mempertahankan tradisi salaf melalui perpaduan bacaan salawat, permainan rebana, gerakan tangan atau raddat badan, serta penjiwaan yang berkaitan dengan tradisi tarekat.

Perbedaan tersebut juga terlihat dari jenis pukulan, ketukan, hingga makna yang terkandung dalam setiap rangkaian penampilannya.

Karena itu, pelestarian seni hadrah ISHARI tidak cukup hanya dengan mempertahankan pertunjukannya.

“Pengenalan kepada generasi muda menjadi bagian penting agar kesenian tersebut tetap dipahami, dipraktikkan, dan memiliki ruang di tengah perubahan zaman,” tegasnya. 
 
Di akhir sambutannya, Gus Shobih  mendorong seni hadrah yang berkembang dalam ISHARI dapat terus dikenalkan ke generasi muda. Salah satunya dengan menjadikan seni hadrah sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
 
Sebab ia tidak ingin generasi muda hanya mengenal kesenian hadrah melalui teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Mereka, kata dia, perlu mengenal secara langsung sejarah, nilai, serta bentuk kesenian hadrah yang berkembang di Pasuruan.

“Jangan sampai generasi penerus bangsa hanya tahu dari AI saja. Mereka harus mengenal lebih dalam dan mengetahui seni hadrah yang berkembang di Pasuruan,” tutupnya. (emil)
 
 
 
 
 

 

Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Petakan Kebutuhan Industri dengan Skill Pencaker, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Gelar Training Needs Analysis

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan menggelar Training Needs Analysis (TNA)...

Article Image
Khidmat pada Ulama dan Santri. Pemkab Pasuruan dan PCNU Gelar Medical Check Up Gratis

Sejumlah kiyai hingga para santri di Kabupaten Pasuruan mengikuti Medical Check...

Article Image
Pimpin Apel Santri Nasional 2026, Gus Shobih: Santri Jangan Ada Rasa Minder

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Apel Hari Santri Nasional (HSN) tahun 20...

Article Image
Doa Kebangsaan 2 Tahun Prabowo-Gibran, Gus Shobih: Pembangunan Tak Cukup Kerja Keras Fisik, Tapi Butuh Ketersambungan Batin

Dalam gelaran Doa Kebangsaan memperingati 2 tahun kepemimpinan Presiden H. Prabo...