Wakil Bupati Pasuruan, H.M. Shobih Asrori secara resmi membuka kegiatan edukasi kesehatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-7. Acara yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" ini diselenggarakan di aula PCNU Kabupaten Pasuruan pada Selasa, (20/10/26) siang.
Saat memberikan sambutan Gus Shobih menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berinisiatif dan berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi kesehatan bagi para pengurus Santri Husada tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah turut berkomitmen menjalankan dua payung hukum sekaligus, yakni Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren.
Lebih lanjut, Gus Shobih menjelaskan bahwa keberadaan program Santri Husada sejalan dengan regulasi Permenkes Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pos Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren). Melalui program ini, para santri dipilih serta dilatih untuk menjadi kader kesehatan di lingkungan pondok pesantren.
"Santri Husada adalah seorang kader santri di lingkungan pondok pesantren yang dipilih dan dilatih untuk menggerakkan dan menjaga kesehatan masyarakat pondok pesantren," katanya.
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap kesehatan di lingkungan pesantren, Pemkab Pasuruan mulai membangun klinik di lingkungan pondok pesantren secara bertahap, dimulai dari Pondok Pesantren Besuk. Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan kualitas sumber daya manusia yang sehat.
Melalui edukasi ini, para pengurus Santri Husada diharapkan mampu memahami pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kesehatan makanan dan minuman, mencegah penyakit menular, serta memahami kesehatan fisik maupun mental. Dengan demikian, permasalahan kesehatan sederhana di lingkungan pesantren dapat ditangani secara mandiri oleh para santri sebelum dirujuk ke tenaga kesehatan.
Di akhir sambutannya, Gus Shobih berpesan kepada seluruh pengurus Santri Husada agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, serta menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber.
"Jadilah generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki pengetahuan kesehatan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan untuk menyiapkan kader pemimpin Indonesia Emas tahun 2045," pungkasnya. (iguh)
Komentar