Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Hingga Hari Ini, Pemkab Pasuruan Sudah Layani 13 Ribu Rapid Antigen Gratis Untuk Kembalian Santri

Gambar berita
01 Juni 2021 (18:43)
Kesehatan
2414x Dilihat
0 Komentar
admin

Hingga hari ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan sudah memfasilitasi 13 ribu santri yang melakukan rapid antigen sebagai syarat kembali “mondok”.

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf mengatakan, 13 ribu santri ini bukan hanya mereka-mereka yang mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kabupaten Pasuruan saja. Melainkan juga warga Kabupaten Pasuruan yang “nyantri” di ponpes luar daerah.

“Bukan hanya para santri yang nyantri di Ponpes wilayah kita. Tapi juga warga kita yang mondok di luar Kabupaten Pasuruan,” kata Bupati Irsyad, di sela-sela kesibukannya, Selasa (01/06/2021).

Dijelaskan Bupati, layanan rapid antigen bagi para santri ini dilakukan di Puskesmas terdekat. Untuk mendapatkan layanan ini, santri hanya diminta menunjukkan identitas sebagai warga Pasuruan, dan keterangan dari pondok pesantren.

“Cukup bawa KTP-el dan keterangan sebagai santri pondok pesantren,” singkatnya.

Seperti diketahui, layanan rapid antigen gratis merupakan bagian dari langkah Pemkab Pasuruan dalam mengantisipasi terbentuknya cluster baru penyebaran Covid-19 dari kembalian santri. Kata Irsyad, dengan layanan rapid antigen gratis, setidaknya sudah membantu meringankan beban wali santri yang harus merogoh kocek demi bisa membeli alat rapid antigen.

“Setiap santri memiliki background yang tidak sama. Ada yang mampu, tapi pasti tidak sedikit yang pasti akan kesusahan kalau disuruh beli rapid antigen. Buat ongkos di pondok saja sudah berapa. Maka dari itu, setidaknya inilah yang bisa kami berikan agar santri bisa kembali mondok tanpa bingung biaya rapid,” terangnya.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, layanan rapid antigen gratis juga menjadi hak masyarakat. Saat ditanya perihal anggaran untuk pengadaan rapid antigen bagi santri, Irsyad menegaskan bahwa seluruhnya diambil dari APBD Kabupaten Pasuruan. Tepatnya dana penanganan Covid-19.

“Semuanya dari dana penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan. Yang pasti, layanan rapid ini sebagai bagian dari hak masyarakat yang harus kami penuhi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah menambahkan, total rapid antigen yang telah disiapkan untuk para santri mencapai 40 ribu buah. Selain untuk kepentingan rapid antigen santri, stok rapid antigen ini juga digunakan untuk tracing apabila dicurigai ada santri yang dinyatakan Positif Covid-19.

“Kalau ada yang dinyatakan Positif dan langsung diisolasi mandiri. Tracing dan treatment langsung kita lakukan. Nah disinilah rapid antigen langsung dipakai,” ungkapnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Remaja Lekok Ini Bersyukur Jadi Pelajar Sekolah Rakyat. Pendidikan Fokus, Orang Tua Diberdayakan

Program pendidikan Sekolah Rakyat (SR) terbukti memberikan banyak hal baik bagi...

Article Image
Tutup Liga Sepak Bola Piala Bupati Antar Pelajar SMP. Mas Rusdi : Kita Bangun Fondasi Sepakbola secara Berjenjang, Elit dan Disegani

Liga Sepak Bola Piala Bupati Antar Pelajar SMP Sederajat se-Kabupaten Pasuruan t...

Article Image
Pemkab Pasuruan dan Baznas Gelar Gebyar 10 Muharram "Bahagia Bersama Anak Yatim"

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggel...

Article Image
Optimalkan E-Transaksi, Pemkab Pasuruan Kejar Tata Kelola Keuangan yang Bersih dan Akuntabel

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendorong seluruh jajaran perangkat daerah untuk s...

Article Image
Wabup Gus Shobih Tegaskan ETPD Wajib Dilaksanakan

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan Elektronifikasi Transaksi Pemeri...