Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ketika Anak-Anak Curhat Masalah Pendidikan dan Kasus Kekerasan Di Hadapan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf

Gambar berita
23 Juli 2020 (17:21)
Pelayanan Publik
2792x Dilihat
0 Komentar
admin

Meskipun di tengah pandemic Covid-19,  Pemerintah Kabupaten Pasuruan tetap melaksanakan Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2020.

Hanya saja, kalau biasanya mengundang ribuan anak-anak untuk menunjukkan talenta dan kemampuan yang dimilikinya. Akan tetapi tahun ini hanya mengundang belasan anak yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Pasuruan.

Mereka diajak ke Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada Kamis (23/07/2020) pagi untuk menyampaikan uneg-uneg mereka di hadapan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dan Ketua PPT-PPA Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf.

Lita (15), salah satu anggota forum anak dari Kecamatan Winongan mengaku sedih dengan kondisi teman-temannya di daerah terpencil yang tak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan metode daring. Hal itu disebabkan oleh kondisi wilayah yang sulit dijangkau oleh internet. Sementara anak-anak harus mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru melalui handphone.

“Sedih pak, karena tidak semua anak-anak memiliki kemampuan financial untuk membeli HP atau paket data. Belum lagi kondisi wilayah yang tak dijangkau oleh internet, semakin menyusahkan kami,” tanyanya.

Mendengar pertanyaan tersebut, Irsyad mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang harus bertahan di tengah Wabah Virus Corona. Ia meminta kepada anak-anak yang berdomisili di wilayah yang jauh dari perkotaan, untuk tetap semangat sembari Pemkab Pasuruan terus berkoordinasi dengan Pemprov maupun Pemerintah Pusat dalam hal pendidikan.

“Yang penting semangat dan terus berdoa agar pandemic ini segera berakhir. Memang dalam kondisi seperti ini, jalan satu-satunya harus bersabar dan semangat. Semangat untuk mengalahkan wabah ini dengan cara kita sendiri,” terangnya.

Dengan kesulitan yang dialami oleh para pelajar, Irsyad juga telah menyiapkan beberapa formula kebijakan yang bisa memudahkan para guru dan pelajar. Yakni secara bergantian bertatap muka satu sama lain dengan rentang waktu yang tak sama. Hanya saja, Pemkab Pasuruan juga menunggu kebijakan dari Kementerian Pendidikan perihal langkah taktis dan praktis agar pembelajaran pendidikan tetap berlanjut di tengah pandemic Covid-19.

“Contohnya minggu ini bertemu dengan beberapa anak-anak saja. Kemudian dilanjutkan dengan minggu berikutnya dan seterusnya. Intinya anak-anak tidak terlalu terbebani banyak hal. Dan guru nya juga tak kerepotan. Tapi sekali lagi saya tegaskan bahwa Kabupaten Pasuruan akan melaksanakan keputusan dan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat. Dalam hal ini adalah Menteri Pendidikan,” imbuhnya.

Lain  Lita, lain halnya Wahyu. Remaja 16 tahun dari Forum Anak Kecamatan Bangil ini berharap agar tak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Kabupaten Pasuruan. Bahkan sampai berujung pada kematian, seperti yang terjadi di Kecamatan Kejayan beberapa waktu lalu.

“Kami sangat sedih dengan kejadian meninggalnya anak perempuan yang masih balita karena dibunuh oleh tetangganya. Tapi kami juga bersyukur karena pelakunya sudah ditangkap dan sudah diproses secara hukum,” harapnya.

Pertanyaan yang dilontarkan oleh Wahyu langsung ditanggapi oleh Ketua ppt-ppa Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf. Menurutnya, setiap orang tua harus mengawasi pergaulan anak-anaknya setiap waktu. Terlebih dalam kasus di Kejayan, sang pelaku awalnya tertarik untuk mencuri perhiasan yang dikenakan si anak. Hanya saja, lantaran panic dan takut ketahuan, maka pelaku sampai tega menghilangkan nyawa anak perempuan tersebut.

“Kebetulan ibu juga sudah bertamu ke rumah orang tua korban dan sudah mendengarkan bagaimana ihwal kejadian tersebut. Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Kita jaga anak-anak kita, jangan sampai ada orang lain yang ingin melakukan hal jahat kepada mereka. Saya yakin semua orang tua juga akan menjaga anak-anaknya dengan sekuat tenaga,” tutup Lulis.

Sementara itu, di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2020 yang bertemakan “Gembira Di Rumah Bersama Keluarga. Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, Bupati Irsyad memberikan hadiah kepada para pemenang Lomba Kreatifitas Video Anak serta menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas penyelenggaraan pelayanan sakera jempol berbasis online PPT-PPA Kabupaten Pasuruan . Penandatanganan tersebut dilakukan oleh 4 OPD bersama RSUD Bangil, Kemenag, RSUD Grati, Kepolisian, Kecamatan dan Satgas Desa. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Satpol PP, PN Bangil dan Bea Cukai Pasuruan Razia Peredaran Rokok Illegal di Rembang

Satpol PP Kabupaten Pasuruan bersama kantor Kantor Bea Cukai Pasuruan dan Kejaks...

Article Image
Perdana. Mas Rusdi - Gus Shobih Safari Ramadhan Bersama Forpimda dan Ulama

Perdana, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Safari Ramadhan bersama Forkopi...

Article Image
Operasi Pasar Ramadhan. Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Jual Beras SPHP, Gula dan Minyakita Murah

Untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 hijri...

Article Image
Ketua Perwosi Mela Rusdi Buber Bareng Pelajar Sekolah Rakyat

Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Pasuruan,...

Article Image
Udeng dan Kaweng Tengger Tosari Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

 Udeng dan Kaweng Tengger khas Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan mendapa...