Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Nahdhatul Ulama menggelar Gerak Jalan Hari Santri, Minggu (1/11/2026) pagi.
Para peserta gerak jalan santri ini diberangkatkan oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori dari depan SMPN 1 Kraton.
Menurut Wabup Shobih, gerak jalan santri merupakan kegiatan sekaligus wujud aktualisasi dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026.
Ia berharap, gerak jalan santri menjadi refleksi resolusi jihad yang dicetus Pendiri Nahdhatul Ulama (NU) yakni KH.Hasyim Asyari. Sehingga dapat menyemangati masyarakat, utamanya generasi muda untuk melawan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.
"Bukan semangat perang dengan mengangkat senjata, melankan melakukan perang dengan melawan kebohohan, keterbelakangan dan kemiskinan," ungkapnya.
Pantauan di lokasi, gerak jalan dimulai pukul 08.30 WIB, dimana para peserta melaksanakan gerak jalan sejauh 2 kilometer sampai finish di Lapangan Sidogiri. Seluruhnya memakai kostum khas santri. Salah satunya dari Tim SMPN 1 Kraton.
"Karena temanya Hari Santri, jadi kami juga berpakaian layaknya santri. Pakai sarung batik dan baju koko putih," ungkap M.Deva.
Ketua Panitia Gerak Jalan Santri, Gus Nasih Nasor menjelaskan lebih dari 40 tim yang mengikuti gerak jalan santri tahun 2026. Mereka berasal dari berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Mulai dari perwakilan PAC, MWC, Fatayat, Lembaga Pendidikan Ma'arif hingga santri dan siswa pondok pesantren di seluruh Kabupaten Pasuruan.
"Sengaja kita gelar pagi supaya siangnya selesai dan tidak terlalu panas, karena cuaca lagi sedang terik-teriknya," ujarnya. (emil)
Komentar