Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026) pagi. Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", acara ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama jajaran kepala daerah se-Jawa Timur, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Ahmad Surujibahtiar, serta Bupati Malang Sanusi selaku tuan rumah.
Dari Kabupaten Pasuruan, dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori yang mewakili Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo untuk menerima penghargaan dalam rangkaian acara tersebut.
Dalam sambutannya, Emil Dardak menegaskan bahwa tema Harganas tahun ini menyoroti fenomena fatherless atau ketidakhadiran sosok ayah secara emosional dalam keluarga, meski secara fisik berada di rumah. Ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi digital saat ini membuat pola komunikasi keluarga mengalami pergeseran signifikan dibanding masa lalu.
"Hari ini sangat mungkin kita ini ada di rumah tapi sibuk sendiri-sendiri. Anaknya juga bisa saja sibuk sendiri, atau anaknya sibuk sendiri karena orang tuanya sibuk sendiri. Nah, inilah yang kemudian bisa mengikis nilai-nilai dasar dari masyarakat kita, karena esensi unit terkecil ini kan keluarga," ujarnya.
Wagub Emil menyampaikan bahwa dulu anak-anak memperoleh informasi hanya dari dua sumber, yakni guru dan orang tua. Namun kini, gawai telah menjadi sumber utama informasi bagi anak, sehingga komunikasi dua arah antara orang tua dan anak berisiko semakin berkurang.
Ia turut membagikan pengalaman pribadinya saat masih menjabat sebagai bupati, ketika sejumlah siswa sekolah dasar di wilayahnya viral karena menggunakan rokok elektrik atau vape. Setelah menelusuri langsung dan bertemu para orang tua, ditemukan bahwa anak-anak tersebut sebenarnya berprestasi baik di sekolah dan tidak memahami bahwa barang yang mereka bawa berbahaya.
Dari pengalaman itu, Wagub Emil mengajukan dua pertanyaan reflektif kepada para orang tua yang hadir kala itu, yakni mengapa anak-anak harus menyembunyikan kebiasaan tersebut, dan mengapa orang tua baru mengetahuinya setelah kejadian menjadi viral. Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya disconnect atau keterputusan komunikasi antara anak dan orang tua yang perlu terus diwaspadai bersama.
Wagub Jatim tersebut juga mengingatkan pentingnya kepekaan orang tua terhadap kesehatan mental anak, termasuk dalam mencegah dampak perundungan atau bullying. Ia berpesan agar keluhan emosional anak tidak direspons dengan cara-cara lama yang menghakimi, mengingat pola pengasuhan saat ini menuntut pendekatan yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
"Zamannya udah beda, cara kita membesarkan anak dibanding dulu sudah berbeda. Maka perlu banyak sekali terobosan yang harus kita lakukan, demi mewujudkan Indonesia Emas dengan Keluarga Emas," katanya.
Dalam rangkaian Harganas ke-33 tersebut, Kabupaten Pasuruan turut menerima beberapa penghargaan sekaligus. Penghargaan pertama diberikan kepada Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo dan Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan drg. Hj. Merita Rusdi Sutejo atas inovasi serta program unggulan dalam mendukung dan berkomitmen melaksanakan program prioritas nasional, yakni TAMASYA, GATI, SIDAYA, Genting, dan MBG Sasaran 3B di Kabupaten Pasuruan.
Penghargaan kedua diberikan atas capaian Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang berhasil melampaui target 100 persen pada jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) Baru pasca persalinan, peserta KB Baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta peserta KB Baru Metode Operasi Wanita (MOW) sepanjang tahun 2026.
Sementara penghargaan ketiga diberikan atas keberhasilan Kabupaten Pasuruan dalam penyusunan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) berkualitas tingkat kabupaten/kota tahun 2025.
Seluruh penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori mewakili Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen serta kinerja Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mendukung program pembangunan keluarga dan kependudukan yang dicanangkan pemerintah pusat maupun provinsi. (iguh)
Komentar