Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan robusta rakyat yang cukup potensial, bahkan telah dikembangkan wilayah kawasan perkebunan kopi organik.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas kopi tersebar di 8 kecamatan utama dengan wilayah penghasil terbesar, diantaranya Kecamatan Tutur.
Di Kecamatan Tutur, ada salah satu petani kopi yang terbilang sukses.
Namanya Ida Irawati dengan brand "Idda Kopi" yang berada di Dusun Gunungsari, Desa Tutur, Kecamatan Tutur.
Saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/11/2026) pagi, perempuan 53 tahun ini mengatakan, kopi yang diproduksi bersama suaminya Winarso bukan kopi premium biasa. Melainkan kopi organik. Baik dari jenis Robusta ataupun Arabika.
Dalam sehari, ia bisa memproduksi kopi sampai 100 kilogram yang dikirim ke berbagai daerah seperti Sidoarjo, Surabaya, Tulungagung, Mojokerto, bahkan sampai Bandung, Temanggung, Banten dan Kalimantan.
"Kalau di Kalimantan ada Pontianak dan Sampit, alhamdulillah sangat bersyukur dengan pencapaian saat ini," katanya.
Sebagai warga Tutur asli, keluarga Ida akrab dengan tanaman kopi. Orang tuanya pun punya lahan kopi yang diwariskan padanya. Di lahan itu, ada sekitar 100 pohon kopi yang masih produktif.
Namun, sekarang jumlah itu berkembang berlipat-lipat. Total, Ida memiliki 2.050 pohon kopi di kebun seluas 34 hektar. Dari sinilah produksi kopi premium miliknya berasal.
"Sekarang kurang lebih ada 2.050 pohon kopi di kebun saya. Beberapa di antaranya saya beli dari penghasilan memproduksi kopi premium. Sebagian yang lain adalah celengan waktu dulu," ungkapnya sembari menyuguhkan kopi hasil produksinya.
Ditanya soal rasa, Ida berani menyampaikan bahwa kopi buatannya tidak seperti kopi kebanyakan. Rasa kopinya lebih kuat, sebab kopi yang dihasilkan ditanam dari ketinggian 985 meter di atas permukaan laut (mdpl) sehingga punya cita rasa yang sweet, spicy and caramel.
"Yang jelas ini kopi organik, jadi tanpa menggunakan bahan kimia. Rasanya juga mantan dan aromanya kuat, antara sweet, spicy and caramelly," ungkapnya.
Lebih lanjut Ida menuturkan bahwa usaha kopi mulai ia geluti sejak tahun 2015 lalu hingga berdiri sebuah perusahaan sekelas home industry yang ia namai CV Kopi Cita Rasa Persada di tahun 2017.
Kini, ia lebih banyak menjual kopi dalam bentuk kopi bubuk dan roasted bean.
"Pokoknya saya sangat bersyukur karena pesanan terus bertambah dan sangat banyak. Bahkan kami diikutkan misi dagang di Pontianak, Kalimantan Barat, dua kali sudah pernah saya kirim," terangnya. (emil)
Komentar