Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Kapolres Pasuruan: Masyarakat Tidak Perlu Takut, Namun Tetap Mewaspadai Aksi Terorisme

Gambar berita: Kapolres Pasuruan: Masyarakat Tidak Perlu Takut, Namun Tetap Mewaspadai Aksi Terorisme

Masyarakat Kabupaten Pasuruan tidak perlu takut terhadap tindakan radikal dan aksi teror. Meski demikian tetap tidak boleh terlena terhadap situasi sekitar. Sebaliknya, harus tetap tenang dan waspada dengan terus meningkatkan kekompakan dan kebersamaan. Himbauan ini disampaikan Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokroseno dalam Forum Silaturahmi Forkopimda Plus yang siang tadi digelar di Mapolres Pasuruan, Senin (14/5/2018), menyikapi aksi terorisme bom bunuh diri di tiga tempat ibadah di kota Surabaya yang mengakibatkan 13 korban meninggal dunia.     

Diantara upaya memupuk rasa kebersamaan dilakukan dengan mengundang kembali Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta jajaran Forkopimda di Kabupaten Pasuruan dalam satu meja. Selain untuk merajut kebhinekaan dan kekompakan, forum pertemuan lintas elemen masyarakat dengan hastag #KamiTidakTakut #KitaBersatu #LawanTerorisme #PasuruanDamai tersebut juga bertujuan untuk menggelorakan 4 pilar kebangsaaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai modal utama untuk melawan terorisme.

“Kami sangat prihatin terhadap kejadian aksi terorisme yang menimpa masyarakat dan keluarga besar Polri di Surabaya. Dengan kejadian di Surabaya, pesan yang perlu kami sampaikan ke masyarakat Kabupaten Pasuruan, kita tidak perlu takut, namun tidak boleh terlena juga terhadap situasi yang ada di tengah masyarakat. Insyaallah kalau kita bersama, kita bisa melawan aksi-aksi terorisme itu, terutama dalam hal pencegahan dan terus menggelorakan 4 pilar kebangsaan. Masyarakat juga bisa memberikan informasi segera kepada aparat keamanan terutama Polri selaku penjaga kamtibmas”, tandasnya.

Kepada Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan, Kapolres Pasuruan mengatakan, situasi kondusif dan aman dapat tercipta jika ada sinergi harmoni antara Polres Pasuruan bersama pilar plus penjaga kamtibmas lainnya. Masing-masing, TNI, Pemerintah Daerah mulai dari level Kabupaten sampai level terbawah, Babinsa, Babinkamtibmas serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. Ia optimis, jika kondisi yang saat ini sangat guyub dan saling toleransi  antar umat beragama di Kabupaten Pasuruan semakin ditingkatkan, maka dapat menangkal dan mengantisipasi munculnya bibit-bibit radikalisme di masyarakat. Sehingga tindakan intoleransi tidak sampai berkembang di Kabupaten Pasuruan. (Eka Maria)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Bantu Pembangunan Pasar Kepulungan Pasca Kebakaran

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan ak...

Article Image
Gus Shobih Resmikan Program Sekolah Lestari di SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan sekolah lestari di Kabupaten Pas...

Article Image
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi dan Wabup Pasuruan, Gus Shobih Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun...

Article Image
IDDA COFFEE. Kopi Nikmat Khas Kecamatan Tutur. Sweet, Spicy and Caramel

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan...

Article Image
Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 4,07 Triliun

Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp4,07 Triliun, Fokuskan Anggaran...