Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kasus PMK dan LSD Reda, Produksi Susu Segar di Kabupaten Pasuruan Mulai Digenjot

Gambar berita
05 Juli 2024 (10:00)
Ekonomi
3800x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Seiring meredanya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun LSD (lumpy skin desease), produksi susu segar di Kabupaten Pasuruan digenjot kembali.

Hanya saja, target produksinya dinaikkan 0,5 persen dari realisasi produksi susu di tahun 2023 yang mencapai 97.082.722 liter.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah melalui Kabid Prasarana, Sarana dan Usaha Peternakan, M.Syaifi mengatakan, kenaikan target produksi yang hanya setengah persen saja dinilai sangat realistis. Sebab seluruh peternak baru saja melewati masa kritis dari serangan PMK dan LSD yang merebak sejak tahun 2022 lalu.

"Bisa dibilang sekarang masih masa recovery setelah kasus PMK dan LSD menyerang sapi-sapi, baik sapi potong maupun sapi perah, jadi kami tidak muluk-muluk memasang target," kata Syaifi saat ditemui di ruangannya, Jumat (5/7/2024).

Untuk dapat mencapai target, Dinas Peternakan melakukan berbagai macam cara. Diantaranya penambahan jumlah sapi baru, perbaikan pakan ternak hingga treatment pada ternak itu sendiri.

Menurut Syaifi, para peternak sapi perah di Kabupaten Pasuruan sudah mulai membeli sapi-sapi baru. Selain itu, sapi-sapi yang awalnya terserang PMK maupun LSD, sekarang kondisinya sudah kembali sehat dan bisa menghasilkan susu meskipun belum maksimal.

"Biasanya sehari satu ekor bisa menghasilkan 10 liter.Tapi karena masih recovery baru bisa 3-4 liter. Dan sekarang kita genjot sampai bisa 8 liter," terangnya.

Seperti diketahui, populasi sapi perah di Kabupaten Pasuruan pasca PMK dan LSD semakin menurun, bahkan sampai berkurang 10 ribu ekor. Sekarang jumlah populasinya menjadi 90.096 ekor dan tersebar di beberapa wilayah diantaranya Kecamatan Tutur, Purwodadi, Puspo, Rembang, Grati, Lekok dan sebagian di Nguling.

Oleh sebab itu, para peternak terus didorong untuk menjaga kesehatan ternak sapinya. Mulai dari pakan, kondisi kandang hingga faktor penting lainnya yang dapat menunjang produksi susu segar.

"Kalau tahun kemarin sudah ada bantuan pakan dengan nutrisi tinggi dari Pemerintah Pusat. Kita usulkan 30 ribu ekor dan realisasinya dapat bantuan pakan untuk 11.292 sapi perah di Kabupaten Pasuruan," ungkap Syaifi. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...

Article Image
Mas Bupati Rusdi Lantik 16 Pejabat Eselon II, 105 Eselon III dan 176 Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemkab Pasuruan

Hari ini, Kamis (8/1/2026), Mas Bupati Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan melan...