Untuk kedua kalinya dalam sepekan di bulan Mei 2023, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menerima kunjungan dari dua Kepala Daerah. Masing-masing dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan.
Setelah pada hari Jumat (12/5/2023) Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat beserta jajarannya melakukan studi komparasi tentang pengembangan ekonomi kreatif, maka hari ini Rabu (17/5/2023) giliran Wakil Bupati Musi Rawas, Suwarti yang menjumpai Bupati Irsyad di Gedung Maslahat, Komplek Perkantoran Kabupaten Pasuruan.
Adapun tujuan kedatangannya bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kabupaten Musi Rawas tersebut, dalam rangka untuk melakukan studi komparasi. Berdiskusi dan melihat lebih dekat dengan FKUB Kabupaten Pasuruan tentang penerapan pola komunikasi dalam menciptakan kerukunan serta toleransi antar umat beragama. Khususnya di Kecamatan Tosari dengan labelnya sebagai Kecamatan Bhineka Tunggal Ika. Â
"Selamat datang di Kabupaten Pasuruan kepada Ibu Wakil Bupati Suwarti beserta jajaran dan FKUB. Mudah-mudahan apa yang diharapkan, Pemkab Musi Rawas dan FKUB bisa saling bertukar pikiran. Sebaliknya, FKUB Kabupaten Pasuruan juga bisa sharing, mengantisipasi persoalan-persoalan yang berpotensi muncul di tahun-tahun politik. Jangan sampai ada politik identitas. Jadi bangsa ini harus dijaga sehingga tidak ada perpecahan. Ini tugas FKUB," ucap Bupati Irsyad di awal sambutannya, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko di Ruang Rapat Isyana, Gedung Maslahat.Â
Disampaikan di hadapan Wakil Bupati Musi Rawas dan seluruh rombongan penyerta, Bupati Irsyad juga menjabarkan tentang partisipasi dan kontribusi FKUB Kabupaten Pasuruan dalam memelihara toleransi antar religi. Berikut dinamika masyarakat heterogen dan tantangan yang menyertainya saat ini.Â
Masih di momen yang sama, Bupati Irsyad menyampaikan rasa syukurnya atas keguyuban dan tingginya toleransi antar umat beragama di Kecamatan Bhineka Tunggal Ika yakni Kecamatan Tosari. Sembari menceritakan, betapa tolerannya masyarakat setempat dalam menyikapi perbedaan keyakinan. Tetap rukun dan hidup saling berdampingan, sekalipun dengan kepercayaan yang berbeda-beda.
"Di sana juga ada Desa Sadar Kerukunan dengan masyarakatnya yang sangat toleran. Jika ada kegiatan keagamaan, dihadiri dan dijaga bersama. Apalagi kalau ada ritual suku Tengger, misal Hari Raya Karo, Kasodo dan lainnya. Terimakasih kepada FKUB Kabupaten Pasuruan yang telah membantu Pemkab Pasuruan menyelesaikan beberapa persoalan di masyarakat. Diantaranya dalam upaya penanganan Covid-19, khususnya vaksinasi yang berhasil dimaksimalkan. Belum lagi dalam meminimalisir potensi permasalahan di masyarakat. Kami juga bersyukur, berkat bantuan-bantuan beliau, alhamdulillah toleransi antar agama di Kabupaten Pasuruan sangat baik. Tentu berkat koordinasi dan komunikasi yang baik, bersama-sama dengan masyarakat," ungkap Bupati Pasuruan seraya tersenyum.
Sementara itu, dalam agenda silaturahmi yang berlangsung dengan hangat tersebut, Wakil Musi Rawas, Suwarti menyatakan rasa kekagumannya dengan kerukunan antar religi di Kecamatan Tosari. Khususnya di Desa Ngadiwono yang berpredikat sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama oleh Kementerian Agama Jawa Timur sejak tahun 2021 silam.
"Tujuan kami melakukan studi wawasan ke Desa Ngadiwono, Tosari untuk menambah pengetahuan dan pemahaman bagi Pengurus FKUB Musi Rawas. Sehingga diharapkan bisa dijadikan dasar bagi kami dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan kehidupan sosial masyarakat yang aman, tertib dan damai menuju masyarakat sejahtera," jelasnya. (Eka Maria)
Komentar