Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Mas Rusdi Tegaskan Seluruh Bangunan Ponpes Harus Dianalisa Kelayakannya Demi Keamanan dan Keselamatan Bersama

Gambar berita
08 Oktober 2025 (16:14)
Pelayanan Publik
1334x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Ambruknya bangunan bertingkat di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur pada 29 September lalu membuat Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo memandang penting agar semua bangunan pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan, segera diperiksa kelayakannya. 

Penegasan ini disampaikan Mas Rusdi - sapaan akrab Bupati Pasuruan ini saat menghadiri Silaturrahim para Pengurus Pondok Pesantren se-Kabupaten Pasuruan di Aula RSNU, Rabu (8/10/2025).

Di hadapan para ulama dan pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Pasuruan, Mas Rusdi menyampaikan bahwa analisa kelayakan pondok pesantren bukanlah hal yang mengerikan, melainkan justru membantu dalam menciptakan keamanan dan keselamatan para santri dalam mengenyam ilmu agama di pondok pesantren.

"Ini bagian dari kebijakan Pemerintah Pusat agar daerah juga melaksanakannya. Dan kami tegaskan bahwa analisa kelayakan bangunan ponpes bukan sesuatu yang mengerikan tapi membantu semuanya," katanya. 

Sebagai langkah awal, Mas Rusdi meminta pihak Ponpes untuk mengajukan sertifikasi laik fungsi (SLF) ataupun Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan seluruh biayanya akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah. 

"Untuk kepengurusan SLF atay PBG, semua biayanya gratis, tidak ada biaya apapun. Pemerintah Daerah yang akan menyiapkan anggarannya," terangnya. 

Hanya saja, saat permohonan SLF ternyata dinyatakan tidak layak, Mas Rusdi menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan menggandeng Persatuan Insinyur Indonesia (PII) agar dapat memberikan rekomendasi kepada pemilik gedung untuk memperbaiki beberapa bagian yang dianggap kurang. Sebab semua ini dilakukan semata-mata mengantisipasi kejadian serupa di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. 

"Kami kumpulkan PII untuk membantu program ini. Kalau dari analisa contoh kayunya sudah keropos harus diganti, atau struktur bangunannya kurang kuat harus diperbaiki, maka itulah rekom terbaik untuk keamanan bangunan pondok itu sendiri, biar tidak was-was," tegasnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...