Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Melihat Dari Dekat Geliat Menyulam Jilbab Warga Desa Sidogiri

Gambar berita
25 Oktober 2018 (10:21)
Ekonomi
4845x Dilihat
0 Komentar
admin

Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, selain dikenal sebagai Kawasan Pondok Pesantren, ternyata juga menyimpan geliat perekonomian yang sangat dinamis.

Tepatnya di Dusun Wangkal, salah satu dusun di Desa Sidogori. Setiap hari, terlihat kesibukan ibu-ibu rumah tangga yang menyulam jilbab atau kerudung dengan motif berwarna-warni. Jumlahnya pun bukan lagi puluhan, tapi ratusan ibu-ibu yang menjadikan “Sulam” sebagai penghasilan tambahan setiap hari.

Luluk Romziah (40), salah satu warga RT 01 RW 03 yang mempekerjakan ratusan ibu-ibu yang tak lain para tetangga di sekitar tempat tinggalnya. Sudah 12 tahun lamanya, Luluk bergelut dengan dunia menyulam, lantaran kadung cinta dengan penutup kepala tersebut.

“Awalnya saya ikut orang bikin sulam, dan lama kelamaan saya ingin membuat usaha sendiri, supaya bisa mandiri dan dapat  tambahan penghasilan yang lebih banyak,” kata Luluk saat ditemui di rumahnya, Kamis (25/10/2018) pagi.

Tak menunggu waktu lama, Luluk pun memberanikan diri untuk memulai usahanya tersebut, kecil-kecilan. Untuk mendapatkan motif sulam yang beragam, dirinya jalan-kalan ke Bangil yang terkenal akan bordir dan sulam. Gayung bersambut, tatkala dirinya berniat membeli kerudung di salah satu toko, sang pemilik toko tertarik dengan motif sulam yang ada pada kerudung paris yang dikenakan Luluk. Saking tertariknya, Luluk langsung ditawari order sulam dengan jumlah yang cukup banyak.

“Saya masih ingat, order pertama saya adalah membuat sulam sebanyak 5 kodi. Kalau satu kodi khan 20 jilbab, berarti saya dapat order 100 jilbab yang harus saya sulam. Wah bahagia sekali,” ungkapnya.

Untuk satu jilbab paris, Luluk mematok harga Rp 25 ribu hingga Rp 45 ribu kepada pemesan atau dijual ke pengepul. Sekarang, jumlah pesanan jilbab sulam yang datang kepadanya sudah mencapai lebih dari 500 jilbab selama sebulan. Daerah pengirimannya pun sampai ke Malang, Surabaya hingga Jakarta. Sebenarnya, Luluk sangat antusias untuk menerima semua pesanan, akan tetapi menyulam tidak sama dengan menjahit, lantaran semuanya dilakukan dengan tangan alias handmade.

“Menyulam itu susah mas kalau tidak telaten (sabar dan ulet), karena ibu-ibu di sini menyulam sambil ngemong anak (mengasuh). Sehari hanya dua sulaman saja,” singkat Luluk sembari menunjukkan hasil sulamannya.

Sulaman milik Luluk bervariasi sesuai pesanan, mulai dari motif bunga tulip, mawar, sedap malam, hingga motiv hewan ubur-ubur. Cara menyulam nya pun berbeda. Ada yang dinamakan sulam bayang (menyulam dari depan tapi hasilnya terlihat di belakang) , dan ada juga Sulam Bulion (menyulam dari depan hasilnya juga di depan). Seluruhnya tergantung dari order yang diterimanya.

“Kebanyakan memang motif bunga, karena jilbab dipakai perempuan, sehingga terkesan indah dan cantik,” pungkasnya.

Sementara itu, saat ditanya perihal berapa keuntungan yang didapat dari hasil menyulam, dengan sedikit malu, Luluk menyebutkan bahwa dalam satu bulan, dirinya bisa meraup keuntungan bersih antara Rp 3 juta-Rp 5 juta. Keuntungan tersebut selain ditabung, juga untuk membeli kerudung, benang sulam dan keperluan lainnya.

“Alhamdulillah bisa buat menyekolahkan anak dan memberdayakan ibu-ibu sekitar. Lumayan lah buat tambahan penghasilan selain dari suami,” jelas dia kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...

Article Image
Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Targetkan PAD Tahun Ini 3,6 Milyar

Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan menargetkan kenaikan pendap...

Article Image
Target Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Sepanjang 2025, Terlampaui

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa p...

Article Image
Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semak...

Article Image
Resmikan RSNU Pasuruan, Gubernur Khofifah Tekankan Layanan Kesehatan Yang Harus Makin Berkualitas dan Terakses Merata

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap, kehadiran Rumah Sakit Na...