Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Minim Peserta, BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan Gencar Lakukan Sosialisasi

Gambar berita
08 Mei 2019 (14:32)
Pelayanan Publik
6612x Dilihat
0 Komentar
admin

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan Pasuruan terus melakukan sosialisasi kepada seluruh pekerja, khususnya dari sector non formal  agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya jaminan keselamatan selama bekerja.

Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Pasuruan yang meliputi Pasuruan dan Probolinggo, Karma Krisnadi mengatakan, sosialisasi terus digencar, lantaran jumlah kepesertaan dari sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau dikenal sektor informal masih minim.

“Kita gencar terus dari satu tempat ke tempat lain. Kalau ada yang mengundang kami, monggoh, sangat welcome,” kata Karma saat ditemui di kantornya, Rabu (08/05/2019).

Dijelaskannya,  target kepesertaan tahun 2018 lalu sebesar 23.221 peserta. Akan tetapi, sampai akhir tahun 2018 lalu, jumlahnya hanya mencapai 15.856 peserta atau 68 persen saja.

“Dari target kepesertaan 23.221, sampai akhir tahun kemarin hanya tercapai 15.856 peserta. Angka ini memang masih jauh dari target yang ditetapkan” terangnya.

Karma menegaskan bahwa sejatinya angka kepesertaan dari sektor informal ini masih sangat kecil. Mengingat bahwa demografi masyarakat di Pasuruan dan Probolinggo banyak masyarakat yang berusaha secara mandiri. Langkah dari BPJS TK sendiri terus melakukan sosialisasi agar ada kesadaran dari pekerja non formal ini untuk memberikan jaminan keselamatan selama bekerja.

BPU atau sektor informal sendiri adalah kepesertaan yang didapat dari warga masyarakat yang bekerja secara mandiri. Baik berwiraswasta sampai bekerja sebagai petani, peternak, pedagang atau nelayan.

Dari BPJS TK sendiri sudah rutin melakukan sosialisasi terkait kepesertaan BPU. Termasuk salah satunya tahun kemarin ada kepesertaan baru dari nelayan di Kota Probolinggo hingga 700 nelayan.

“Termasuk juga ojek online di Pasuruan, namun memang belum semuanya tercover dan terdaftar sebagai peserta BPJS TK,” terangnya.

Lebih lanjut Karma menguraikan, untuk BPU sendiri, agar tidak memberatkan peserta, bisa mengambil 2 jaminan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan hanya iuran Rp 16.800 perbulannya. Sedangkan ada juga yang 3 program yaitu JKK, JKM dan Jaminan Hari Tua (JHT) dengan iuran Rp 36.800 perbulannya.

“JHT ini sifatnya bisa seperti tabungan, untuk tabungan hari tua nantinya,” terangnya.

Sementara untuk tahun 2019 ini, BPJS TK mengatakan tidak memiliki target angka tertentu.

 “Kita targetkan kepesertaan sebesar-besarnya untuk BPU, dan terus kita gali baik dari petani, pedagang, nelayan dan pekerjaan lain juga butuh tercover BPJT TK,” pungkasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Gerakan Bangkit Kembali Belajar, Upaya Pemkab Pasuruan Atasi Anak Putus Sekolah dan Naikkan IPM

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo resmikan Gerakan Bangkit Kembali Belajar (Gerba...

Article Image
Tuntaskan Anak Tidak Sekolah. Mas Rusdi Launching GERBANG KEMBAR

Pemerintah Kabupaten Pasuruan meluncurkan Program Gerakan Bangkit Kembali Belaja...

Article Image
Ribuan Jamaah Calon Haji Kabupaten Pasuruan Ikuti Manasik Terintegrasi

Ribuan jamaah calon haji Kabupaten Pasuruan mengikuti manasik haji terintegrasi,...

Article Image
Delegasi Lawatan Muhibbah Pertubuhan Wargamas Brunei Darussalam berkunjung ke Kabupaten Pasuruan

Puluhan anggota Delegasi Lawatan Muhibbah Pertubuhan Wargamas Brunei Darussalam...

Article Image
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang Pertama di BLK Rejoso

Sebanyak kurang lebih 96 peserta terdaftar sebagai peserta pelatihan berbasis ko...