Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Nadir Umar Tegaskan Dirinya Tak Ada Hubungannya Dengan ISIS atau Teroris

Gambar berita
11 April 2017 (19:26)
Umum
4032x Dilihat
0 Komentar
admin

Nadir Umar, salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi Keadilan Sejahtera akhirnya buka suara terkait dengan dugaan menjadi bagian dari jaringan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau teroris.

Dengan mengundang seluruh awak media di kediaman ibu kandungnya di Kelurahan Pandean, Kecamatan Bangil, Selasa (11/04/2017), pria yang menjadi Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Pasuruan itu membeberkan kronologis kejadian yang menimpa dirinya, mulai dari tanggal 31 Maret hingga 6 April 2017.

Menurutnya, dugaan dirinya ditangkap oleh Densus 88 pada saat berada di Bandara International Juanda Surabaya adalah berita sesat. Padahal yang benar adalah Mabes Polri yang menjemput dirinya tanpa paksa dengan tujuan mendapatkan keterangan sepulang dari Turki dalam rangka acara kemanusiaan.

“Bahkan sempat diajak makan soto daging di Bandara oleh mereka semua. Setelah beberapa lama, saya dimintai keterangan yang pada intinya mengajak saya ke Jakarta untuk mengkonfirmasi lebih lanjut tentang kepulangan saya ke Indonesia,” terangnya.

Diungkapkan Nadir, yang terjadi padanya adalah murni administrasi visa. Baik dia dan juga anggota LSM Forum Dakwah Nusantara, Budi Mastur ternyata dideportasi karena masalah visa. Padahal keduanya hendak meyalurkan bantuan sosial untuk pengungsi Palestina dan Suriah pada 1 April 2017. Bantuan tersebut disalurkan ke berbagai tempat pengungsian di Turki, Suriah, dan Lebanon.

“Begitu tiba di Libanon, saya dan Mas Budi tidak bisa melanjutkan perjalanan. Saya masih ingat Tanggal 4 April berangkat menuju Lebanon dari Istanbul. Sesampainya di Lebanon, kemudian terkendala Visa. Saya pikir tidak perlu mengurus visa menuju Lebanon karena bisa diurus ketika sudah sampai. Tapi kenyataannya visa tidak bisa diurus ketika tiba di Lebanon. Hingga akhirnya, keduanya dipaksa kembali ke Istanbul, Turki. Begitu sampai Lebanon dibalikkan ke Istanbul. Lalu tanggal 5 April dilakukan pengambilan keterangan di imigrasi Istanbul. Kemudian tanggal 6 April dilakukan deportasi ke Indonesia,” jelasnya dengan rinci.

Oleh karenanya, dirinya meminta seluruh media untuk tidak terburu-buru dalam memberitakan dirinya selama beberapa hari terakhir.

“Saya minta semua untuk menghentikan semua ini, karena semuanya sudah selesai. Saya sudah berada di ujung keletihan. Ingin berkumpul dengan Ibu dan semua saudara saya, terima kasih,” imbuhnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Penerimaan PAD Kabupaten Pasuruan dari Layanan Pengelolaan Sampah Tembus Rp 1 Milyar

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pelayanan pengelolaan sampah...

Article Image
Dongkrak Promosi Pariwisata Daerah. Pemkab Pasuruan Bekali Mediagram dan Influencer dengan Green Card

Banyak cara yang bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk mempromosika...

Article Image
Bunda Literasi Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Ajak Para Orang Tua Luangkan Waktu Bacakan Buku pada Anak

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Pasuruan, Merita Rusd...

Article Image
Banyak Terobosan Kesehatan dan Sosial, Bupati Pasuruan, Mas Rusdi Diganjar Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. D...

Article Image
Gorong-Gorong di Simpang 4 Petungasri Pandaan Ambles. Pemkab Pasuruan Lakukan Pembersihan Sampah dan Penggantian Gorong-Gorong

Pemerintah Kabupaten Pasuruan tanggap cepat terhadap kejadian amblesnya Gorong-g...