Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemerintah Optimis, Investasi Strategis tetap Jalan Terus Meski Pandemi

Gambar berita
10 Juni 2020 (10:11)
Pelayanan Publik
2807x Dilihat
0 Komentar
admin

Meskipun wabah virus Corona (Covid-19) berdampak pada perekonomian di negara-negara di seluruh dunia tidak terkecuali di tanah air, pemerintah tetap optimis dan akan fokus pada investasi yang bersifat strategis. Artinya akan mengoptimalkan bidang investasi yang bisa memberi nilai tambah atas kekayaan alam Indonesia, menciptakan pemerataan pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.

Kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto, optimisme tersebut tentunya tetap dibarengi dengan unsur kehati-hatian dalam menghadapi pelambatan ekonomi yang terjadi akibat pandemi.

“Dalam kasus Indonesia kita cukup beruntung karena pasar domestiknya sangat besar. Sehingga kita melihat pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I 2020 memang turun, tetapi masih positif. Di sejumlah negara lain bahkan ada yang negatif”, katanya.

Dari sisi investasi, ia mengatakan bahwa sejauh ini belum ada pembatalan komitmen investasi. Investasi Hyundai untuk pembangunan pabrik mobil dan mobil listrik, misalnya. Jika awalnya pihak Hyundai melakukan ground breaking pabrik mobil mereka pada April tahun ini, namun ditunda hingga November nanti.

“Satu lagi investasi pabrik susu senilai Rp 4 triliun. Seharusnya semester I tahun ini tapi juga terpaksa harus ditunda karena banyak tenaga ahli mereka yang belum bisa datang. Dua contoh itu menjadi indikator Indonesia masih menarik untuk investor. Saya menyebutkan kita optimis tapi juga harus tetap hati-hati”, tandasnya.

Diketahui, sampai saat ini, dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan sektor ekonomi baik dari sisi suplai dan permintaan. Bahkan para ahli ekonomi menyebutkan bahwa hal tersebut berpotensi menimbulkan krisis ekonomi yang dampaknya akan sama dengan great depression tahun 1930-an. Dan tidak bisa disamakan dengan krisis tahun 1997/1998 atau 2008/2009.

“Yang membedakan itu tadi, dua hal yang langsung kena yaitu sisi suplai dan permintaan. Dan ini kena hampir ke seluruh dunia sehingga dampak ekonominya cukup signifikan. Karena pabrik tutup, ada lock down, sehingga suplai ke pasar terganggu. Sementara dari sisi permintaan juga terganggu, karena konsumen tidak bisa belanja dan juga kehilangan pendapatan akibat adanya pembatasan aktivitas”, jelasnya di Jakarta, Selasa (9/6/2020) seperti yang dikutip di laman kominfo.go.id. (Eka Maria)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Dorong UMKM Merambah Online, Gus Shobih Buka Pelatihan Digital Marketing 2026

Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, secara resmi membuka pelatihan Digital...

Article Image
Buka Pelatihan Digital Marketing. Wabup Gus Shobih : Ini Bukti Pemerintah Menaik Kelaskan UMKM

Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pa...

Article Image
Hadiri Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 di Madiun, Wabup Shobih Tinjau Stand Petani Kopi dari Purwodadi

Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 resmi dibuka pada Sabtu (13/6/2026) so...

Article Image
Bupati Mas Rusdi Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Siap-siap, Sensus Ekonomi 2026 akan segera dimulai.Di Kabupaten Pasuruan, dimula...

Article Image
Bupati Rusdi Hadiri Tasyakuran dan Soft Opening Command Center Terintegrasi

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasuruan memulai operasi...