Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemerintah Optimis, Investasi Strategis tetap Jalan Terus Meski Pandemi

Gambar berita
10 Juni 2020 (10:11)
Pelayanan Publik
2826x Dilihat
0 Komentar
admin

Meskipun wabah virus Corona (Covid-19) berdampak pada perekonomian di negara-negara di seluruh dunia tidak terkecuali di tanah air, pemerintah tetap optimis dan akan fokus pada investasi yang bersifat strategis. Artinya akan mengoptimalkan bidang investasi yang bisa memberi nilai tambah atas kekayaan alam Indonesia, menciptakan pemerataan pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.

Kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto, optimisme tersebut tentunya tetap dibarengi dengan unsur kehati-hatian dalam menghadapi pelambatan ekonomi yang terjadi akibat pandemi.

“Dalam kasus Indonesia kita cukup beruntung karena pasar domestiknya sangat besar. Sehingga kita melihat pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I 2020 memang turun, tetapi masih positif. Di sejumlah negara lain bahkan ada yang negatif”, katanya.

Dari sisi investasi, ia mengatakan bahwa sejauh ini belum ada pembatalan komitmen investasi. Investasi Hyundai untuk pembangunan pabrik mobil dan mobil listrik, misalnya. Jika awalnya pihak Hyundai melakukan ground breaking pabrik mobil mereka pada April tahun ini, namun ditunda hingga November nanti.

“Satu lagi investasi pabrik susu senilai Rp 4 triliun. Seharusnya semester I tahun ini tapi juga terpaksa harus ditunda karena banyak tenaga ahli mereka yang belum bisa datang. Dua contoh itu menjadi indikator Indonesia masih menarik untuk investor. Saya menyebutkan kita optimis tapi juga harus tetap hati-hati”, tandasnya.

Diketahui, sampai saat ini, dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan sektor ekonomi baik dari sisi suplai dan permintaan. Bahkan para ahli ekonomi menyebutkan bahwa hal tersebut berpotensi menimbulkan krisis ekonomi yang dampaknya akan sama dengan great depression tahun 1930-an. Dan tidak bisa disamakan dengan krisis tahun 1997/1998 atau 2008/2009.

“Yang membedakan itu tadi, dua hal yang langsung kena yaitu sisi suplai dan permintaan. Dan ini kena hampir ke seluruh dunia sehingga dampak ekonominya cukup signifikan. Karena pabrik tutup, ada lock down, sehingga suplai ke pasar terganggu. Sementara dari sisi permintaan juga terganggu, karena konsumen tidak bisa belanja dan juga kehilangan pendapatan akibat adanya pembatasan aktivitas”, jelasnya di Jakarta, Selasa (9/6/2020) seperti yang dikutip di laman kominfo.go.id. (Eka Maria)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Tekan Inflasi dan Dorong UMKM, Pemkab Pasuruan Gelar Festival Pasar Murah di Nguling

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Peri...

Article Image
Jemput Bola. Kantor Imigrasi Pasuruan Buka Layanan Paspor di CFD Pandaan

Layanan kepengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan kini t...

Article Image
Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026. Mas Rusdi - Gus Shobih Bagikan Sepeda Gunung dan 1 Ekor Kambing

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Semifinal Piala Du...

Article Image
Kejurnas Finswimming Piala Bupati Badung Open 2026. Kabupaten Pasuruan Raih Juara Umum II

Kontingen Pengkab Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten P...

Article Image
Perayaan Juarai Liga 4. Mas Rusdi : Mari Kita Dukung Persekabpas dan Pasuruan United Sampai Lolos Liga 2

Merayakan kemenangan sebagai Juara Liga 4 Piala Presiden tahun 2026, seluruh pe...