Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemerintah Optimis, Investasi Strategis tetap Jalan Terus Meski Pandemi

Gambar berita
10 Juni 2020 (10:11)
Pelayanan Publik
2731x Dilihat
0 Komentar
admin

Meskipun wabah virus Corona (Covid-19) berdampak pada perekonomian di negara-negara di seluruh dunia tidak terkecuali di tanah air, pemerintah tetap optimis dan akan fokus pada investasi yang bersifat strategis. Artinya akan mengoptimalkan bidang investasi yang bisa memberi nilai tambah atas kekayaan alam Indonesia, menciptakan pemerataan pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.

Kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto, optimisme tersebut tentunya tetap dibarengi dengan unsur kehati-hatian dalam menghadapi pelambatan ekonomi yang terjadi akibat pandemi.

“Dalam kasus Indonesia kita cukup beruntung karena pasar domestiknya sangat besar. Sehingga kita melihat pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I 2020 memang turun, tetapi masih positif. Di sejumlah negara lain bahkan ada yang negatif”, katanya.

Dari sisi investasi, ia mengatakan bahwa sejauh ini belum ada pembatalan komitmen investasi. Investasi Hyundai untuk pembangunan pabrik mobil dan mobil listrik, misalnya. Jika awalnya pihak Hyundai melakukan ground breaking pabrik mobil mereka pada April tahun ini, namun ditunda hingga November nanti.

“Satu lagi investasi pabrik susu senilai Rp 4 triliun. Seharusnya semester I tahun ini tapi juga terpaksa harus ditunda karena banyak tenaga ahli mereka yang belum bisa datang. Dua contoh itu menjadi indikator Indonesia masih menarik untuk investor. Saya menyebutkan kita optimis tapi juga harus tetap hati-hati”, tandasnya.

Diketahui, sampai saat ini, dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan sektor ekonomi baik dari sisi suplai dan permintaan. Bahkan para ahli ekonomi menyebutkan bahwa hal tersebut berpotensi menimbulkan krisis ekonomi yang dampaknya akan sama dengan great depression tahun 1930-an. Dan tidak bisa disamakan dengan krisis tahun 1997/1998 atau 2008/2009.

“Yang membedakan itu tadi, dua hal yang langsung kena yaitu sisi suplai dan permintaan. Dan ini kena hampir ke seluruh dunia sehingga dampak ekonominya cukup signifikan. Karena pabrik tutup, ada lock down, sehingga suplai ke pasar terganggu. Sementara dari sisi permintaan juga terganggu, karena konsumen tidak bisa belanja dan juga kehilangan pendapatan akibat adanya pembatasan aktivitas”, jelasnya di Jakarta, Selasa (9/6/2020) seperti yang dikutip di laman kominfo.go.id. (Eka Maria)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Udeng dan Kaweng Tengger Tosari Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

 Udeng dan Kaweng Tengger khas Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan mendapa...

Article Image
Buka Tadarus. Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Mela Rusdi Ajak Para Ibu Biasakan Anak dan Keluarga Baca Al Qur'an

Hari ketujuh Ramadhan 1447 Hijriah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan menggel...

Article Image
Gus Shobih Buka Pondok Ramadhan SD dan SMP se-Kabupaten Pasuruan

Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta membentuk karakter siswa berakhl...

Article Image
Semarakkan Ramadhan. Guru PAI se-Kabupaten Pasuruan Ikuti Lomba Kultum

Untuk pertama kalinya, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabu...

Article Image
Pemkab Pasuruan Kembali Buka Pendaftaran Mudik Gratis 6 Rute Tujuan

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perhubungan kembali membu...