Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemkab Pasuruan Himbau PNS, Pengusaha RM dan Restoran dan Orang Kaya Tak Gunakan Gas Epliji 3 Kg

Gambar berita
13 April 2018 (18:19)
Ekonomi
5096x Dilihat
0 Komentar
admin

Mengantisipasi kelangkaan gas bersubsidi di pasaran, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menghimbau para pemilik Rumah Makan dan Restoran, orang kaya dan aparatur sipil Negara (ASN) untuk tidak menggunakan elpiji kemasan tiga kilogram bersubsidi.

Himbauan tersebut seperti yang disampaikan Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Edy Suwanto, di sela-sela kesibukannya, Jumat (13/04/2018).

Menurutnya, meski saat ini persedian gas elpiji bersubsidi tidak mengalami kelangkaan, tetapi pihaknya tetap melakukan antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengajak orang kaya, pemilik RM dan restoran dan PNS untuk tak lagi menggunakan gas elpiji 3 kg atau yang popular dengan elpiji melon.

“Kembali kepada kesadaran masyarakat yang mampu saja. Ini khan elpiji 3 kg subsidi untuk masyarakat miskin. Akan tetapi yang terjadi di lapangan justru berbanding terbalik. Masih banyak kami temui restoran dan rumah makan besar yang menggunakan elpiji melon,” katanya.

Ajakan untuk tak lagi menggunakan elpiji melon juga berupa membentuk budaya malu di tengah masyarakat untuk tidak membeli tabung gas bersubsidi. Alasannya apabila membeli gas bersubsidi, berarti sama halnya dengan mengambil hak orang lain, yakni masyarakat miskin.

“Kita tidak bisa melarang, tapi lebih menghimbau supaya beralih ke elpiji 5,5 kg yang warna pink. Kalau warga miskin sudah pasti memakai elpiji 3 kg, tapi harus diketahui bersama bahwa pemerintah menyalurkan gas elpiji bersubsidi untuk masyarakat pra sejahtera atau keluarga miskin dengan penghasilan di bawah Rp2 juta per bulan,” beber Edy.

Tak hanya kepada konsumen, Edy juga berharap kepada agen dan pangkalan yang menyalurkan distribusi elpiji kemasan tiga kilogram untuk benar-benar selektif sehingga tepat sasaran.

“Kami sangat memahami bahwa ini adalah bisnis. Yang penting cepat terjual dan dapat untung. Tapi kalau bisa selektif, maka ini adalah bagian dari membantu pemerintah,” ungkapnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Apresiasi BPK dan DPR RI Ajak Kepala Desa Pahami Pengelolaan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat...

Article Image
Efisiensi Penyerapan DBHCHT, Mas Rusdi Minta Alokasi 2026 Harus Banyak Inovasi Sosialisasi

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Evaluasi Pengelolaan Dana Bagi Has...

Article Image
Kumpulkan Kepala Pasar. Mas Rusdi Tegaskan Aset Daerah yang dikelola Oknum Tak Bertanggung Jawab Harus Ditertibkan

Pasar sebagai cerminan denyut kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, harus dija...

Article Image
Serahkan SK Tugas Tambahan Kepala Puskesmas. Bupati Rusdi : Kepala Puskesmas Itu Harus Aware, Pintar Manajerial dan Berdedikasi Tinggi

Sebanyak 32 dokter di Kabupaten Pasuruan menerima SK Tugas Tambahan Kepala Puske...

Article Image
Serahkan SK Kepala Puskesmas, Bupati Rusdi Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Prima

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuru...