Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemkab Pasuruan, Kiyai, Pengasuh Ponpes, Ormas dan Lembaga Keagamaan Sepakat Larang Kegiatan Yang Mendatangkan Banyak Orang

Gambar berita
24 Maret 2020 (17:18)
Pelayanan Publik
3919x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bersama para ulama, pengasuh pondok pesantren, organisasi keagamaan hingga lembaga keagamaan se-Kabupaten Pasuruan sepakat untuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang mendatangkan orang dengan jumlah banyak.

Kesepakatan ini dibuat semata-mata untuk mencegah serta memutus rantai penyebaran Covid-19 atau yang popular dengan istilah Virus Corona. Bahkan, sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf akan mengintruksikan seluruh camat se-Kabupaten Pasuruan untuk mensosialisasikan kesepakatan ini supaya sampai hingga di lini bawah.

“Hari ini saya akan mengintruksikan semua camat untuk menyampaikan informasi ini ke ponpes, organisasi keagamaan maupun lembaga keagamaan di tingkat kecamatan sampai desa. Kalau mau membuat kegiatan yang mendatangkan banyak orang, mohon ditunda dulu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” kata Irsyad di sela-sela kesibukannya, Selasa (24/03/2020).

Dijelaskannya, Pemerintah Pusat, Kapolri, Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan sudah gencar menyampaikan pentingnya social distancing (menjaga jarak dan mengurangi kerumunan) sebagai salah satu langkah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Hanya saja, sampai sejauh ini, langkah ini sepertinya masih belum dijalankan sepenuhnya oleh masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya kegiatan-kegiatan yang mendatangkan banyak orang. Mulai dari istighosah, haul, pengajian, imtihan, haflah dan kegiatan lainnya.

“Saya lihat masih banyak sekali masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan dengan mendatangkan banyak orang. Ini yang harus diperhatikan betul bahwa saat ini kita tengah berperang melawan Virus Corona. Virus yang tak terlihat oleh mata, tapi sangat berbahaya,” ungkapnya.

Oleh karenanya, dengan intruksi serta kesepakatan dengan para kiyai, pengasuh ponpes, pimpinan lembaga keagamaan dan ormas, Irsyad berharap tak ada lagi kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan, sampai semua situasi benar-benar pulih seperti semula.

“Saya harapkan masyarakat memahami. Karena ini penting untuk kita membentengi keluarga kita dari Virus Corona ini. Kita berdoa semoga cepat kembali seperti semula. Dan untuk sementara, kita stop dulu kegiatan apapun yang mendatangkan banyak orang. Termasuk nongkrong-nongkrong yang kurang berfaedah. Lebih baik kita di rumah dulu,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron mengucapkan terima kasih kepada seluruh kiyai hingga pengasuh ponpes yang dari hati ikhlas telah sepakat untuk melarang seluruh kegiatan yang mendatangkan banyak orang.

“Mulai dari Ponpes Sidogiri, Ponpes Ngalah, Ponpes Besuk, Habib Taufiq, Haul Habib Alwi juga dibatalkan dan semua para ulama sampai ormas dan lembaga keagamaan yang bersama-sama memerangi Virus Corona melalui stop kegiatan apapun yang menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Bahkan, Wabup Mujib Imron juga menyampaikan seputar bagaimana kewajiban umat muslim dalam melaksanakan Sholat Jumat. Menurutnya, bagi warga muslim di Kabupaten Pasuruan yang tengah sakit atau memiliki perasaan was-was lantaran takut tertular Virus Corona, boleh tidak jumatan di masjid.

“Yang paling efektif untuk pencegahan adalah mengurangi kerumunan. Jumatan bagi yang muslim yang sakit atau mempunyai perasaan takut tertular, boleh tidak jumatan. Ini konsekwensi juga, apabila bagi yang datang jumatan, harus melaksanakan protocol kesehatan secara ketat dan pastikan tubuh kita dalam keadaan sangat prima,” ucapnya, sesaat setelah memimpin Rakor di Gedung Serbaguna Pemkab Pasuruan, Selasa (24/03/2020) siang.

Lebih lanjut, Gus Mujib-sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan ini menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan hingga seluruh pondok pesantren sepakat mendukung penyemprotan nasional yang dilakukan pada Kamis (26/03/2020) mendatang. Tak hanya itu, Pemkab Pasuruan juga tengah mengupayakan pengadaan ribuan alat pengukur suhu tubuh, masker dan cairan desinfektan. Pengadaan tersebut akan didampingi oleh Kejaksaan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Resmikan Rizqy Sport Center. Mas Rusdi Acungi Jempol Masyarakat Bantu Pemerintah Majukan Perolahragaan di Daerah

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meresmikan Rizqy Sport Center, Sabtu (4/4/2026).Pe...

Article Image
Lembah Pendawa Pandaan. Hadirkan Nuansa Pulau Dewata Yang Memanjakan Mata

Bali, ikon pariwisata dunia asal Indonesia dikenal sebagai surganya dunia. ...

Article Image
Keberhasilan Pemkab Pasuruan Terapkan Manajemen Talenta Pertama di Jatim, Ditiru dan Diikuti Banyak Daerah

Langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan metode manajemen talenta dalam...

Article Image
Kumpulkan Camat, Kades dan Kasun di wilayah Rawan Kekeringan. Mas Rusdi Pastikan Masyarakat Tak Kesulitan Air Bersih

Persiapan menghadapi musim kemarau, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengumpulkan c...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Investasi di Kabupaten Pasuruan Harus Kondusif dan Berdampak Baik pada Lingkungan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan bahwa PT. Stasionkota Saranapermai belu...