Dalam
Mini Lokakarya (MINILOK) Audit Stunting
yang semakin ditingkatkan frekuensi pelaksanaannya di beberapa lokasi, Wakil
Bupati Mujib Imron kembali mengingatkan resiko stunting yang masih dijumpai di Kabupaten Pasuruan. Tidak
terkecuali di Kecamatan Winongan. Hal itu terpantau dari 313 keluarga beresiko stunting di Kecamatan Winongan, terbanyak
di Desa Sumberejo.
Sedangkan berdasarkan data di lapangan, setidaknya calon pengantin yang terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) sebanyak 289 pasangan. Akan tetapi dari jumlah tersebut masih terdapat kekurangan pengisian Eslimil. Yakni sebuah aplikasi skrining dan pendampingan untuk calon pengantin (catin) dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di Desa/Kelurahan yang sama dengan wilayah domisili catin.
"Calon pengantin yang terdaftar ada 289 yang mengisi aplikasi Elsimil hanya 53. Jadi masih banyak yang belum terdampingi. Maka Pak Camat harus lebih fokus sesuai dengan data,â katanya didampingi camat Winongan, Abdurahman Fendi.
Kata Gus Mujib demikian biasanya Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut familiar disapa, jika Camat terus meningkatkan komitmennya dalam memantau data setiap harinya, maka bukan tidak mungkin potensi resiko stunting dapat diminimalisir lebih cepat.
âMinta tolong Kepala Desa bisa berkoordinasi lebih intens melalui Bidan Desa. Juga melakukan sosialisasi di masing-masing Desa melalui Tim Penggerak PKK. Posyandu ini program kerja Pemerintah Desa, jadi tolong sarpras yang belum standar ini dilengkapi. Saya minta komitmennya karena ini ada pemetaan menentukan titik lokus audit stunting ada dimana,â ujarnya pada hari Senin (12/12/2022). (Iguh+Eka Maria)
Komentar