Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Petugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Telah Gunakan Lebih Dari 1497 Unit Alat Rapid Tes

Gambar berita
04 Mei 2020 (18:01)
Pelayanan Publik
4136x Dilihat
0 Komentar
admin

Hingga hari ini, jumlah rapid tes yang telah terpakai untuk kebutuhan penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan mencapai sekitar 1497 unit.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, jumlah rapid tersebut mulai dipakai sejak akhir maret 2020 lalu, dan disebar di 36 titik point. Yakni 33 puskesmas, 2 RS (RSUD Bangil dan Grati) dan I buffer posko (Gugus Tugas Info Covid-19).

“Khusus untuk Buffer Posko tidak melakukan pelayanan pengetesan rapid. Hanya sebagai pusat informasi,” kata Anang, saat ditemui di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Senin (04/05/2020) sore.

Ditambahkannya, dari 1497 rapid test yang telah dipakai, sebanyak 1420 telah berhasil digunakan dengan hasil negative. Sisanya sebanyak 53 rapid dengan hasil positif, 14 rapid dengan hasil samar-samar atau tidak jelas, dan 10 rapid invalid (rusak).

“Kalau invalid itu ndak jelas. Mau dipakai tapi tidak bisa terbaca sama sekali,” singkatnya.

Hanya saja, Anang menegaskan bahwa 1497 rapid yang telah digunakan adalah yang sudah dilaporkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. Sehingga dipastikan masih ada puluhan atau bahkan ratusan hasil kegiatan rapid tes yang belum masuk ke data Posko Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

“Karena kegiatan rapid itu bisa pagi, siang, sore atau bahkan malam. Kami sangat memahami keadaan di lapangan. Petugas pasti ada yang Lelah, sehingga belum semua data kegiatan rapid masuk ke Posko secara keseluruhan,” tegasnya.

Sementara itu, saat ditanya stok rapid tes, Anang menjelaskan, jumlahnya masih ada hingga 3825 unit. Dan jumlah tersebut masih cukup untuk kebutuhan rapid tes bagi OPD (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan) maupun siapa saja yang memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19.

“Insya Allah masih mencukupi hingga beberapa waktu ke depan untuk merapid masyarakat,” jelasnya.  (emil/anang saiful Wijaya)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Terima LKPJ Bupati Pasuruan 2025, Wabup Shobih: Rekomendasi Akan Tentukan Arah Kebijakan Strategis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Paripur...

Article Image
Pondok Pesantren Ngalah. Konsisten Pertahankan Nilai-Nilai Multikulturalisme Bangsa

Kita ketahui bersama, Indonesia adalah negeri yang dikenal akan keberagaman suku...

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...

Article Image
Resmikan Rizqy Sport Center. Mas Rusdi Acungi Jempol Masyarakat Bantu Pemerintah Majukan Perolahragaan di Daerah

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meresmikan Rizqy Sport Center, Sabtu (4/4/2026).Pe...

Article Image
Lembah Pendawa Pandaan. Hadirkan Nuansa Pulau Dewata Yang Memanjakan Mata

Bali, ikon pariwisata dunia asal Indonesia dikenal sebagai surganya dunia. ...