Banyak kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mengendalikan laju inflasi daerah. Diantaranya dengan memaksimalkan potensi daerah melalui Pasar Murah. Seperti halnya yang diselenggarakan pada hari Kamis, (15/8/2024).
Berlokasi di lapangan Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, kegiatan diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, diramaikan puluhan stan dari beberapa elemen masyarakat. Tidak hanya melibatkan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) saja. Melainkan juga turut diikuti oleh beberapa perusahaan swasta dan stakeholders lainnya.
Dalam agenda Pasar Murah yang digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tersebut banyak menjual aneka bahan kebutuhan pokok. Misalnya, beras Bulog Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, telur dan produk sembako lainnya. Ada juga produk yang disediakan oleh Dinas Pertanian berupa sayur-mayur dan beras.
Jika Dinas Peternakan dan menyediakan telur dan daging, maka Dinas Perikanan menyediakan produk olahan perikanan. Lantas bagaimana dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan? Ragam produk IKM binaan tersaji apik berjajar dengan aneka produk UKM binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
Pada saat membuka Pasar Murah, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto menggarisbawahi tentang beberapa upaya Pemerintah Daerah dalam mengendalikan laju inflasi. Targetnya tidak lain agar pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama keluarga pra sejahtera akan semakin meningkat.
"Dengan pasar murah ini, kami berharap masyarakat Kabupaten Pasuruan mampu membeli beberapa produk terutama sembako dengan harga murah. Dan arti syukur itu dalam konsep Islam adalah melaksanakan sebagai istiqomah dan terus menerus," ujarnya.
Didampingi oleh Kepala Disperindag, Diana Lukita Rahayu dan beberapa Kepala Perangkat Daerah terkait, Pj. Bupati Andriyanto menjabarkan tentang upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mengendalikan laju inflasi. Tujuannya tidak lain untuk bisa menjaga agar daya beli masyarakat tetap stabil dan pertumbuhan ekonomi meningkat.
"Pemkab Pasuruan melalui Disperindag melakukan monitoring harga setiap hari untuk melihat perkembangan dan fluktuasi harga bahan pokok dan pokok penting lainnya melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok. Nantinya digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan," jelasnya.
Ditambahkannya, Operasi Pasar bekerjasama dengan Bulog Sub Divre Malang dengan menyediakan beras SPHP kemasan 5 kg selama tahun 2024. Diupayakan akan diadakan menyeluruh di 24 Kecamatan, melibatkan stakeholders terkait maupun dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Gelaran Pasar Murah diantara upaya Pemkab Pasuruan dalam mengendalikan inflasi daerah. Terlebih sekarang ini ada kenaikan harga Cabai. Karena itu, melalui Disperindag, kami melakukan beberapa intervensi untuk mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok di pasar. Sehingga bisa menstabilkan daya beli masyarakat sekaligus pemenuhan kebutuhan sehari-hari supaya tetap bisa dikendalikan," imbuhnya.
Masih di momen yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur itu menghimbau kepada pengusaha, terutama skala besar agar mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menekan laju inflasi daerah. Minimal dengan menyelenggarakan bazar pasar murah di lingkungannya. Sehingga sasaran konsumennya tidak hanya terbatas untuk karyawannya saja, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.
"Kami berharap kepada pelaku usaha terutama distributor, grosir, agen dan pengecer untuk menambah stoknya di atas kebutuhan normal. Tujuannya agar ketersediaan barang kebutuhan masyarakat tercukupi dan para pedagang tidak menaikkan harga diluar harga yang wajar. Juga menghindari tindakan yang bersifat spekulatif karena akan merugikan semua pihak, utamanya masyarakat," pintanya. (Eka Maria)
Komentar