Hari ini, (Kamis (3/10/2024), Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Nurkholis bersama Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya, Brigjen TNI (mar) Joni Sulistiawan menutup secara resmi Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) Tahun Anggaran 2024 yang telah terlaksana di Wilayah Kerja Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya. Di Kabupaten Pasuruan, kegiatan dipusatkan di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton.
Tujuan dilaksanakannya program tidak lain untuk mempercepat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pemerataan pembangunan di wilayah pesisir. Dalam pelaksanaannya telah dikomunikasikan kepada masyarakat, khususnya kepada penerima bantuan bahwa program ini bukan merupakan program bedah rumah. Tetapi hanya berupa renovasi rumah. Sehingga penerima bantuan tidak salah pengertian dalam pelaksanaannya.
Untuk jenis pekerjaan renovasi yang dilakukan antara lain, penggantian kusen pintu dan jendela, penggantian dinding, plester dinding dan pengecatan. Juga pemasangan keramik lantai, perbaikan kamar mandi dan WC.
"Atas nama Pemkab Pasuruan dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemprov Jatim dan Lantamal V Surabaya yang telah mengalokasikan dananya dan memilih Kabupaten Pasuruan untuk percepatan pembangunan masyarakat pesisir dalam program Renovasi RUTILAHU," ucapnya.
Kata Pj. Bupati Nurkholis, total ada 240 unit RUTILAHU di wilayah Lantamal V Surabaya sebanyak 240 unit. Adapun rinciannya, di Kabupaten Pasuruan berlokasi di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton sebanyak 40 unit.
Dalam sambutan singkatnya, Pj. Bupati Nurkholis tak lupa menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasinya atas terlaksananya program RUTILAHU di Kabupaten Pasuruan. Sekaligus berharap agar ke depannya tetap terjalin sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Lantamal V Surabaya.
"Saya sangat berterimakasih Lantamal yang sudah bekerja semaksimal mungkin, bekerjasama dengan seluruh stakeholders dan mitra yang ada di wilayah. Masing-masing sudah bisa melaksanakan tugas ini dengan baik. Nanti tetap kita akan melaksanakan evaluasi dan koreksi. Kami juga masih bisa melihat kembali, sehingga dengan beberapa bulan ke depan rumah itu memang benar-benar bisa dilihat tetap bagus dan bisa dihuni oleh pengguninya dengan nyaman," tuturnya.
Pantauan Tim Humas bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan, sesaat setelah menutup secara seremonial RUTILAHU, baik Pj. Bupati Nurkholsi maupun Komandan Lantamal V Surabaya bergeser meninjau beberapa rumah warga Desa Bendungan yang menerima bantuan renovasi Sekaligus berkesempatan berbincang dengan warga sekitar.
Sementara itu, selain di Kabupaten Pasuruan, program Renovasi RUTILAHU juga dilaksanakan di Kota Probolinggo yakni di Kecamatan Mayangan dan Kecamatan Kademangan sebanyak 50 unit. Berikut di Kabupaten Probolinggo yang difokuskan di Kecamatan Kraksaan sebanyak 25 unit.
Di Kabupaten Gresik ada 50 unit yang tersebar di Kecamatan Panceng dan Ujung Pangkah. Di Kabupaten Tuban berada di Kecamatan Bancar, Tambak Boyo dan Plumplang sebanyak 50 unit. Sedangkan di Kabupaten Lamongan ada 25 unit, berlokasi di Kecamatan Brondong.
Kriteria rumah yang mendapatkan bantuan renovasi harus tepat sasaran. Diantaranya, bukan tanah milik negara, tanahnya milik sendiri dan tidak bermasalah, tidak ada intervensi dana dari Pemerintah Daerah agar tidak ada duplikasi anggaran dan berlokasi di wilayah pesisir.
Di samping itu, rumah yang mendapatkan bantuan renovasi yang masih berlantai tanah dan dinding tidak permanen. Juga tidak memiliki standar dan ventilasi udara yang baik serta pemilik rumah tidak mampu membangun/berpenghasilan rendah. (Eka Maria)
Komentar