Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Produksi Susu dan Daging Turun. Peternak Sapi di Kabupaten Pasuruan Diminta Manfaatkan KUR Untuk Beli Sapi Baru

Gambar berita
07 November 2023 (07:33)
Ekonomi
3031x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Pasca PMK, populasi sapi potong dan sapi perah di Kabupaten Pasuruan, mengalami penurunan hingga 7%. 

Dampaknya, produktifitas susu juga turun hingga 30%.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah mengatakan, sepanjang tahun 2022 lalu, populsasi sapi perah turun 7% dari 97.101 ekor di tahun 2021 menjadi 90.304 ekor di tahun 2022. 

Turunnya populasi murni disebabkan banyaknya sapi yang sakit dan mati akibat terserang PMK (penyakit mulut dan kuku). 

"Kalau turun, ya sudah pasti akibat terserang PMK. Ada yang mati, ada pula yang sembuh tapi kesehatannya belum bisa pulih 100%," katanya. 

Dengan turunnya populasi, secara otomatis juga berdampak pada menurunnya produktifitas susu.

Pada tahun 2021, produksi susu sapi di Kabupaten Pasuruan mencapai 137.590 ton. Dan di tahun 2022 turun hingga 30 persen menjadi 96.385 ton.

Kata Alfiah, menurunnya produksi susu disebabkan banyak faktor. Salah satunya karena sapi yang sembuh dari PMK, namun tidak dapat memproduksi susu dengan jumlah seperti biasanya.  Bahkan ada yang sudah tidak bisa lagi menghasilkan susu.

"Sapi yang sembuh dari PMK, banyak yang belum pulih kesehatannya. sehingga mempengaruhi produksi susu. Yang biasanya 12-20 liter, sekarang cuma bisa diperas sekali dengan hanya 8 liter saja," terangnya. 

Dengan fakta yang seperti itu, Dinas Peternakan menghimbau kepada para peternak agar dapat membeli sapi yang baru atau minimal tukar tambah. Dengan demikian, upaya untuk menambah populasi dan produksi susu dan daging  bisa dikejar kembali.

"Tahun ini harapannya kita bisa mengembalikan populasi dan produksi susu melalui penambahan populasi dari masyarakat atau KUD melalui pembelian KUR. Jadi peternak dapat mengangsur dari bank pemerintah," harap Alfiah. 

Perihal harga sapi, Alfiah berharap agar peternak bisa membeli sapi di greenfield ataupun tempat lain yang ada jaminan bahwa sapi yang akan dibeli tidak pernah terserang PMK.

Apabila membeli sapi impor, masyarakat yang nanti akan kesusahan. Sebab harganya sangat mahal bisa sampai Rp 40-Rp 60 juta per ekor. 

"Karena pemeliharaan yang maksimal, tapi kalau sapinya gak bisa beranak ya rugi. Karena konsentrat itu mahal," terangnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
33 Truk Operasional Koperasi Merah Putih Mulai Disalurkan ke Desa/Kelurahan

Fasilitas hingga sarana dan prasarana yang ada di dalam Koperasi Desa/Kelurahan...

Article Image
Terima LKPJ Bupati Pasuruan 2025, Wabup Shobih: Rekomendasi Akan Tentukan Arah Kebijakan Strategis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Paripur...

Article Image
Pondok Pesantren Ngalah. Konsisten Pertahankan Nilai-Nilai Multikulturalisme Bangsa

Kita ketahui bersama, Indonesia adalah negeri yang dikenal akan keberagaman suku...

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...

Article Image
Resmikan Rizqy Sport Center. Mas Rusdi Acungi Jempol Masyarakat Bantu Pemerintah Majukan Perolahragaan di Daerah

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meresmikan Rizqy Sport Center, Sabtu (4/4/2026).Pe...