Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Puluhan Tahun. Warga Desa Lumbang Lestarikan Permainan Tradisional Gemblidik

Gambar berita
15 September 2026 (16:52)
Budaya
266x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, warga sekitar punya permainan tradisional yang mulai dulu sampai sekarang tetap dijaga.

Namanya adalah Gemblidik yang memiliki cerita yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat Lumbang. 

Dahulu, kendaraan roda tiga sederhana tersebut dimanfaatkan warga sebagai sarana transportasi untuk membawa hasil bumi maupun mengangkut rumput dari tegal.

Kini, fungsi tersebut telah berubah. Gemblidik justru menjadi bagian dari permainan dan perlombaan yang menarik perhatian masyarakat.

Rudi Priyanto, warga Desa Lumbang mengatakan permainan tersebut sudah dikenalnya sejak masih kecil.

“Permainan ini sudah ada sejak saya kecil dan sampai sekarang masih ada,” kata Rudi melalui sambungan selulernya, Selasa (15/9/2026).

Ia berharap Gemblidik dapat terus dimainkan dan dikembangkan menjadi kegiatan rutin. 

Bahkan, ia berharap even tersebut suatu saat bisa masuk dalam agenda tahunan Kabupaten Pasuruan.

“Semoga bisa diterapkan setiap tahun menjadi event Kabupaten Pasuruan,” harapnya.

Namun, tidak semua orang bisa begitu saja mengikuti lomba Gemblidik.  Dibutuhkan kemampuan mengendalikan kendaraan, keterampilan khusus serta keberanian untuk melintasi lintasan perlombaan.

Karena itu, bagi masyarakat Lumbang, Gemblidik menurut Rudi bukan hanya tentang kecepatan. 

"Di dalamnya ada keterampilan, keberanian dan jejak kehidupan warga yang diwariskan dari generasi ke generasi," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Pemuda Lumbang Bersatu Dimas Eka Saputra mengaku bersyukur, Gemblidik dijadikan lomba seperti yang dilakukan pada Minggu (13/9/2026) dengan dinamai Gemlidik Race Championship.

Overall, acaranya berlangsung meriah, aman dan kondusif.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Saya sebagai perwakilan Karang Taruna sekaligus panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bergabung dan mensupport acara ini,” katanya.

Menurut Dimas, cukup banyak peserta yang ambil bagian dalam perlombaan tersebut. 

Ia berharap antusiasme tersebut dapat menjadi modal untuk mempertahankan kegiatan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya.

“Semoga even ini bisa terus dijalankan dan nilai-nilai budaya tetap dilestarikan,” ujarnya. (emil)





Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Petakan Kebutuhan Industri dengan Skill Pencaker, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Gelar Training Needs Analysis

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan menggelar Training Needs Analysis (TNA)...

Article Image
Khidmat pada Ulama dan Santri. Pemkab Pasuruan dan PCNU Gelar Medical Check Up Gratis

Sejumlah kiyai hingga para santri di Kabupaten Pasuruan mengikuti Medical Check...

Article Image
Pimpin Apel Santri Nasional 2026, Gus Shobih: Santri Jangan Ada Rasa Minder

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Apel Hari Santri Nasional (HSN) tahun 20...

Article Image
Doa Kebangsaan 2 Tahun Prabowo-Gibran, Gus Shobih: Pembangunan Tak Cukup Kerja Keras Fisik, Tapi Butuh Ketersambungan Batin

Dalam gelaran Doa Kebangsaan memperingati 2 tahun kepemimpinan Presiden H. Prabo...