Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui FORIKAN (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) memberikan apresiasi kepada tiga Kecamatan yang berperan aktif dalam mengoptimalkan program GEMARIKAN. Akronim dari kegiatan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan yang bertujuan meningkatkan konsumsi ikan dan gizi keluarga sebagai dukungan terhadap penurunan angka stunting.
Piagam Penghargaan diberikan oleh Penjabat (Pj.) Ketua FORIKAN Kabupaten Pasuruan, Rr. Dewi Maharani Ekaputri Nurkholis didampingi Pj. Bupati Pasuruan, Nurkholis kepada beberapa FORIKAN di beberapa Kecamatan tersebut diatas dengan masing-masing kategori yang disematkan.
Kategori FORIKAN Teraktif dalam kegiatan GEMARIKAN diraih oleh Kecamatan Kejayan. Selanjutnya, Piagam Penghargaan kategori FORIKAN Teresponsif dalam pembentukan FORIKAN Kecamatan diperuntukkan bagi Kecamatan Beji. Sedangkan FORIKAN Terinovatif dalam menciptakan menu berbahan baku ikan dilabelkan kepada Kecamatan Tutur.
Selain itu, perempuan cantik berpembawaan ramah tersebut memberikan cinderamata kepada peserta Kecamatan Tutur sebagai Juara Favorit dalam Lomba Masak Ikan Tingkat Jawa Timur kategori Menu Balita. Semua Piagam Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) FORIKAN Kabupaten Pasuruan yang digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada hari Selasa (24/12/2024) siang.
Hadir bersama Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko dan Kepala Perangkat Daerah terkait, Pj. Bupati Pasuruan, Nurkholis menggarisbawahi beberapa poin penting. Fokusnya lebih kepada pemanfaatan potensi daerah, terutama di sektor perikanan yang melimpah.
"Kabupaten Pasuruan punya sumber air yang luar biasa. Pertanyaannya, potensi ini dimanfaatkan apa tidak oleh Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan? Juga lautnya luar biasa. Karena yaitu ketika berbicara FORIKAN, Kabupaten Pasuruan seharusnya diatas daerah lainnya. Karena semua potensi ada di sini," pesannya.
Menurutnya, potensi perikanan di Kabupaten Pasuruan sangat bisa diandalkan. Terlebih di beberapa wilayah terdapat pengembangan kolam dan embung. Harapannya, Kabupaten Pasuruan diproyeksikan mampu menjadi sentra perikanan yang patut diperhitungkan. Tidak hanya di Jatim tapi juga di Indonesia.
"Bisa dicoba kita buat jenis baru, kita kembangkan ikan-ikan. Sehingga tidak hanya kita konsumsi. Karena itu sentra-sentra perikanan di masyarakat yang bisa meningkatkan perekonomian bisa dibina Dinas Perikanan. Sehingga bisa meningkatkan gizi masyarakat. Dengan demikian akan menekan kasus stunting," pintanya dalam agenda yang diinisiasi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan tersebut.
Disampaikan di hadapan seluruh kader PKK Kabupaten Pasuruan, Pj. Bupati memberikan permisalan terkait jenis ikan yang dapat dibudidayakan. Sehingga dapat menunjang program GEMARIKAN yang terus digencarkan Pemeirntah Kabupaten Pasuruan.
"Ada beberapa ikan yang pas dikembangkan di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya ikan Dewa, kandungan proteinnya tinggi. Artinya GEMARIKAN tidak hanya kita harus meningkatkan konsumsi ikan saja. Tapi, ikan juga harus punya ekonomi sendiri. Misal, ikan Sidat kandungan proteinnya sangat tinggi. Harganya sangat mahal. Itu bisa dikembangkan di Kabupaten Pasuruan," ucapnya dengan nada optimis.
Sebelumnya, Ketua FORIKAN sekaligus Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Rr. Dewi Maharani Ekaputri Nurkholis menjabarkan tentang beberapa terobosan TP PKK Kabupaten Pasuruan dalam memaksimalkan GEMARIKAN. Seperti yang selama ini dilakukannya bersama FORIKAN, TP-PKK tingkat Kecamatan dan Desa. Saling berkolaborasi dan bersinergi kegiatan bersama instansi terkait.
"FORIKAN
Kabupaten Pasuruan dengan sepenuh hati dan secara masif telah melakukan upaya
turun ke Desa-desa di 24 Kecamatan untuk mendukung keberhasilan penurunan stunting. Salah satunya melalui GEMARIKAN
dan introduksi olahan ikan," jelasnya.
Hasilnya, Angka Konsumsi Ikan (AKI) Kabupaten pada tahun 2023 mencapai 59,03 kg/kapita/tahun. Atau lebih tinggi jika dibandingkan AKI Provinsi Jawa Timur sebesar 51,45 kg/kapita/tahun dan nasional sebesar 57,91 kg/kapita/tahun. Hal itu menjadi semangat tersendiri untuk terus mengkampanyekan GEMARIKAN di masyarakat. (Eka Maria)
Komentar