Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

REDUKSI PENGGUNA AKTIF NARKOBA, BNNP JATIM INTENSIFKAN KURIKULUM ANTI NARKOBA

Gambar berita
28 Februari 2017 (11:42)
Pelayanan Publik
6040x Dilihat
0 Komentar
admin

Menekan peredaran narkotika dan obat-obatan (narkoba) terlarang di Jatim, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim melakukan beberapa upaya preventif atau yang bersifat pencegahan. Diantaranya menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab/ Kota dengan BNNK setempat melalui materi Kurikulum Anti Narkoba yang dilakukan sejak 2016 lalu.

Kata Brigjen Pol Fatchur Rohman Kepala BNNP Jatim, sampai saat ini sudah ada 15 Kab/ Kota di Jatim yang telah menerapkan Kurikulum Anti Narkoba. Seperti Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Malang, Sidoarjo, Gresik, Kota Batu, Kabupaten Blitar, Lumajang, Tulungagung, Trenggalek dan Nganjuk.

“Kami berupaya menekan angka pengguna aktif narkoba di Jatim dengan gencar melakukan kerjasama penerapan Kurikulum Anti Narkoba. Dalam skala nasional, Jatim menduduki peringkat kedua nasional tertinggi setelah DKI Jakarta, dimana secara prevalensi, pengguna aktif narkoba di Jatim kini lebih dari 800 ribu orang atau sekitar 2,2 persen dari jumlah penduduk. Jika penduduk Jatim sekitar 39 juta jiwa maka pengguna narkoba aktif lebih dari 800 ribu orang", jelasnya saat ditemui Jatim Newsroom di kantornya, Selasa (28/02/2017) pagi.

Menurutnya, secara keseluruhan, jumlah pengguna narkoba aktif dan pasif di Jatim sampai saat ini lebih dari satu juta orang. Rata-rata pengguna masih dalam tahap usia produktif kisaran 15-40 tahun. Target utama peredaran narkoba rata-rata anak muda usia produktif, sehingga perlu tindakan pencegahan agar jumlah pengguna narkoba bisa dikurangi.

“Ada beberapa faktor penyebab peredaran narkoba di Jatim cukup tinggi. Pertama, dari aspek sosial ekonomi, tingkat pertumbuhan ekonomi Jatim yang cukup tinggi di atas rata-rata nasional dan tergolong stabil yang berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat untuk membeli dan mengkonsumsi narkoba. Kedua, jumlah penduduk Jatim yang cukup banyak menjadi sasaran empuk bagi para bandar narkoba. Ketiga, faktor kurang maksimalnya peran instansi terkait dan komponen masyarakat”, urainya.

Kepala BNNP Jatim menargetkan, tahun ini, pihaknya dapat menurunkan ranking peredaran narkoba di Jatim. Jika saat ini masih di posisi ranking dua, ia berharap, sampai akhir tahun nanti bisa turun di posisi ranking tiga atau empat. Tentunya dengan peran aktif masyarakat yang juga berkewajiban untuk mencegah peredaran gelap narkotika.

Sebelumnya, BNNP Jatim melakukan penyeragaman metode penyampaian materi tentang bahaya narkoba yang diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Kata Muhammad Arifin, S.Ag, M.Ag, M.A Penyuluh BNNP Jatim, setiap pendidik wajib menguasai teknik pengajaran yang menarik untuk diintegrasikan di dalam masing-masing mata pelajaran. Misalnya, seorang guru Matematika harus mampu membuat pemaparan tentang hitungan untung-rugi ketika siswa menggunakan narkoba. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Bangun Tandon dan Menara Air di Wilayah Kekeringan dan Kesulitan Akses Air Bersih

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang tahun ini...

Article Image
Satu Rumah Warga di Wonorejo Roboh Dihantam Angin Kencang. BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Salah satu rumah warga di Desa Karangjatianyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pa...

Article Image
Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Desa Wonosari, Tutur

Kecamatan Tutur dikenal sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Pasuruan yang ka...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bentuk Tim Fasilitasi TJSL BU

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Bapperida menggelar Sosialisasi Tahap Il P...

Article Image
Sehari, KPSP Setia Kawan Nongkojajar Produksi Susu Segar 110 Ton

Selama hampir 70 tahun, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongko...