Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Satpol PP dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan Segel Warkop Yang Dibangun Di Atas Tanah Daerah

Gambar berita
24 September 2021 (18:55)
Pelayanan Publik
4822x Dilihat
0 Komentar
admin

Satpol PP Kabupaten Pasuruan menyegel sebuah warung kopi (warkop) semi permanen yang dibangun di atas tanah Pemkab Pasuruan, Jumat (24/09/2021).

Warkop tersebut berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, di mana belasan petugas Satpol PP plus dibantu Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan memasang pengumuman segel berukuran cukup besar, kemudian langsung mengunci pagar besi di depan pintu masuk menuju warung.

Pengumuman tersebut bertuliskan "Jangan memanfaatkan tanah ini tanpa seizin Pemkab Pasuruan. Ancaman pidana 9 bulan penjara (pasal 167 (1) KUHP) 2 tahun 8 bulan (pasal 389 KUHP) denda (Pasal 551 KUHP)”.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengatakan, penyegelan dilakukan karena pihak yang membangun warkop di atas tanah milik Pemkab Pasuruan itu memanfaatkan tanah yang menjadi aset tanpa ijin yang sah.

”Kami menyegel bangunan dalam bentuk warung kopi ini, karena tidak memegang ijin yang sah. Kami pasang pengumuman besar supaya diketahui," katanya.

Dengan disegelnya bangunan di lokasi tersebut, itu artinya pemilik bangunan tidak boleh melakukan aktivitas kembali. Kata Bakti, penyegelan berjalan cepat lantaran tidak ada perlawanan.

Terlebih, pemilik bakal bangunan warkop itu tidak terlihat berada di lokasi. Kabarnya, dia juga seorang pegawai pemerintah di Kota Pasuruan. Namun, karena membangun tanpa izin, tetap saja warkop itu disegel.

Namun, Bakti menegaskan bahwa pihaknya tidak membongkar bangunan rangka kayu yang sudah didirikan sejak sebulan terakhir.

"Kita putuskan menggembok pagar akses masuk. Tidak membongkar bangunan rangka kayunya. Jika memang hendak dibongkar, biarkan pemiliknya saja yang membongkar sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan, Timbul mengatakan, tindakan tegas itu diambil demi menyelamatkan aset daerah.

Dimana uUntuk menggunakan aset daerah, ada prosedurnya dan tidak bisa tiba-tiba langsung membangun tanpa izin.

“Kami di bidang aset, melakukan pengamanan atau penyelamatan aset daerah,” ungkapnya.

Menurut Timbul, pemilik bangunan diberi waktu untuk mengurus izin. Jika sudah ada izin, baru pembangunan bisa dilanjutkan.

”Biarkan diurus dulu izinnya. Jadi kalau sudah dapat persetujuan dari pimpinan bisa dilanjut,” terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Hadiri Halal Bihalal PD Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar PD Muhamma...

Article Image
33 Truk Operasional Koperasi Merah Putih Mulai Disalurkan ke Desa/Kelurahan

Fasilitas hingga sarana dan prasarana yang ada di dalam Koperasi Desa/Kelurahan...

Article Image
Terima LKPJ Bupati Pasuruan 2025, Wabup Shobih: Rekomendasi Akan Tentukan Arah Kebijakan Strategis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Paripur...

Article Image
Pondok Pesantren Ngalah. Konsisten Pertahankan Nilai-Nilai Multikulturalisme Bangsa

Kita ketahui bersama, Indonesia adalah negeri yang dikenal akan keberagaman suku...

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...