Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Singgah Sebentar Di Usaha Pengolahan Kapuk Yang Tak Pernah Lapuk Dimakan Zaman

Gambar berita
13 April 2021 (12:37)
Umum
5645x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemanfaatan kapuk randu sebagai bahan sebagai pengisi Kasur lambat laun memang tergerus dengan bahan pengisi lain seperti  busa,silicone dan lainnya. Akan tetapi kapuk masih memiliki dan mempunyai pangsa pasar tersendiri bagi penggemarnya.Seperti yang bisa dilihat di Desa Suwayuwo Kecamatan Sukorejo, terdapat beberapa industri rumahan skala kecil dan mikro yang mengolah kapuk randu. Puluhan ton buah kapuk dari pohon randu diolah menjadi kapuk yang nantinya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Bukti bahwa Desa Suwayuwo adalah salah satu Desa Pengolah kapuk randu.

Salah satu dari pengusaha pengolahan kapuk tersebut adalah Sochibul Huda. Pria 53 tahun tersebut merupakan salah satu pengusaha pengolahan kapuk di Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo sejak 1996.Berawal dari keinginannya untuk berwirausaha, pria yang sempat bekerja di tempat pengolahan kapuk milik orang lain ini akhirnya memutuskan untuk membuka usaha pengolahan kapuk sendiri.

Berbekal ilmu yang dipelajari secara otodidak, dia mulai membangun dan mencari target pasar untuk pemasaran olahan kapuknya. Selain itu beliau juga mengembangkan mesin blower untuk proses produksinya secara mandiri. Karena memang mesin  pengolahan kapuk sangat jarang tersedia di toko-toko. Oleh karena itu beliau mengembangkan sendiri mesin tersebut dibantu oleh beberapa karyawannya.

Lambat laun kapasitas produksinyapun meningkat. Dari yang awalnya hanya mampu mengolah dan mengirimkan puluhan kilo gram kapuk hingga mencapai 4 ton setiap harinya pada saat ini.

“kalau dulu karena memang pertama merintis jadi masih bisa dikatakan sedikit hanya puluhan kilogram saja, pelan-pelan tiap tahunnya sampai akhirnya stabil di angka 4 ton setiap harinya”,ujarnya.

Dengan jumlah tersebut, Sochib sapaan akrabnya dibantu oleh 100 karyawan yang tersebar di 2 (dua) gudang pengolahan kapuk miliknya. Mereka bertugas dari mulai proses pengangkatan buah randu, kemudian pemecahan dan pemisahan kapuk dari buahnya, kemudian proses penjemuran sekaligus penggunaan mesin blower untuk memisahkan kapuk sehingga yang dihasilkan benar-benar bersih dari biji. Sampai kemudian kapuk tersebut dikemas untuk siap dikirim.

Terkait dengan pandemi Covid-19 yang menyerang berbagai sektor, diluar dugaan usaha yang sudah 25 tahun dibangunnya ini mampu melewati dengan lancar walaupun memang sempat terdampak terutama pada 3 (tiga) bulan pertama masa pandemi. Akan tetapi tidak sampai melakukan pengurangan karyawan. Harga jual memang sempat menurun sampai 30% dan pembatasan pengiriman karena adanya daerah yang ditutup sempat menjadi kendala. Menyiasati hal tersebut, beliau memasarkan kapuknya pada pengepul di sekitar wilayahnya jadi tidak sampai menimbun hasil produksinya.

"Alhamdulillah, selama masa pandemi ini kita masih bisa bertahan dengan jumlah produksi tersebut dan proses pengiriman juga masih sama. Sehingga bisa dikatakan kita mampu melewati masa sulit di awal-awal pandemi dan tidak sampai mengurangi produksi dan karyawan",pungkasnya. (dnd)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...