Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

SMPN 1 Rejoso Sulap Sampah Organik Jadi Sabun Ramah Lingkungan

Gambar berita
15 April 2025 (05:15)
Pendidikan
497x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

SMP Negeri 1 Rejoso sukses menyulap sampah yang tak memiliki nilai manfaat menjadi produk berkualitas dan ramah lingkungan.

Para murid dan guru di sekolah ini berhasil memproduksi sabun cair dan sabun padat ramah lingkungan yang dibuat dari eco enzim, hasil fermentasi sampah organik.

Seperti yang terlihat pada Selasa (15/4/2025) siang. Para pelajar dari extra kulikuler pendidikan lingkungan hidup (PLH) sibuk mencampurkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sabun ramah lingkungan seperti methyl ester sulfonate (MES), minyak kelapa sawit, coco glukoasida, garam texapon, pewarna kue, dan parfum ramah lingkungan yakni esensial oil.

Guru Pembina extra PHL, Khusnul Khotimah menjelaskan seluruh bahan tersebut plus cara pembuatan sekaligus petunjuk pembuatan ketika sudah jadi produk telah dibukukan. Dalam artian sudah ditulis dalam catatan resmi, sehingga bisa dibagikan ke siapa saja yang ingin membuat produk yang sama.

"Semuanya telah kami bukukan. Mulai dari bahannya apa saja, bagaimana cara membuatnya sampai petunjuk penggunaan ketika sudah jadi sabun yang siap dipakai," jelasnya.

Dijelaskan Khusnul, produk-produk sabun yang diproduksi para siswa-siswi tak hanya digunakan untuk pribadi. Melainkan laris diserbu para guru, wali murid hingga menjadi salah satu produk andalan yang dijual dalam berbagai kegiatan seperti MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), pameran dan lainnya.

"Sesuai arahan ibu Kepala Sekolah, produk yang dibuat anak-anak bisa dipamerankan dan banyak yang suka. Padahal harganya murah, mulai Rp 2 ribu," singkatnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Rejoso, Situ Nurjanah selalu mengingatkan kepada seluruh penghuni sekolah agar mampu memanfaatkan apapun yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang memiliki nilai. Salah satunya sampah organik.

Ia berpendapat bahwa sampah tidak menjadi suatu masalah bagi orang yang super kreatif. Maka dari itu, saat banyak sampah organik yang dibuang begitu saja, ia dan para guru sepakat untuk menyulapnya menjadi sebuah produk yang bisa bermanfaat, minimal untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sampah itu tergantung siapa yang menanganinya. Bagi orang orang kreatif, justru sampah menjadi berkah. Orang tersebut tidak hanya sukses mengatasi timbunan atau bau yang berasal dari sampah, tapi menjadi income untuk penghasilan, sehingga ekonomi menjadi meningkat," tegasnya.

Dengan inovasi yang dibuat para pelajar dan guru, Nurjanah berharap ke depannya terus dipertahankan, bahkan dilanjutkan dengan inovasi yang terbarukan.

"Yang awalnya mahal jadi murah. Dari sesuatu yang tidak ramah lingkungan menjadi ramah lingkungan. Selamat buat guru dan anak-anak, saya tekankan untuk terus berinovasi. Dari sabun kemudian dibuat jadi pupuk dan produk lainnya," harapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pasuruan United Raih Runner Up Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026.

Pasuruan United sukses meraih runner up dalam Kompetisi Liga 4 Kapal Api Piala G...

Article Image
12 Rumah Warga Jarangan Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Belasan rumah warga Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten P...

Article Image
Sepakat Tekan Pengangguran. Pemkab Pasuruan dan HR Club Teken MoU

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Komunitas Pengelola Sumber Daya Manusia (H...

Article Image
Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Pasuruan, Dimulai

Seleksi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Pasuru...

Article Image
Gerakan Bangkit Kembali Belajar, Upaya Pemkab Pasuruan Atasi Anak Putus Sekolah dan Naikkan IPM

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo resmikan Gerakan Bangkit Kembali Belajar (Gerba...