Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Terbukti Kurangi Timbunan Sampah, Budidaya Maggot di Kabupaten Pasuruan Semakin Diminati

Gambar berita
15 Juni 2021 (13:19)
Ekonomi
9775x Dilihat
0 Komentar
admin

Hingga kini, sampah masih menjadi permasalahan serius yang harus ditangani agar timbunannya semakin berkurang.

Di Kabupaten Pasuruan, ada sekelompok masyarakat yang membudidayakan Ulat maggot atau belatung bsf (black soldier fly/lalat tentara hitam) yang terbukti berjasa dalam mengurangi volume sampah organic secara cepat.

Adalah KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Cinta Mahesa di Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo yang mulai merintis budidaya maggot sejak 2 bulan lalu.

Endro Winaryo, Ketua KSM Cinta Mahesa mengatakan, rintisan budidaya maggot sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2015. Hanya saja, waktu itu belum bisa menghasilkan keuntungan yang bisa terus diputar untuk kesejahteraaan para anggotanya.

“Namanya juga merintis. Jadi masih belajar banyak tentang maggot,” kata Endro, di sela-sela melihat perkembangan maggot yang dibudidaya olehnya dan kelompok.

Maggot sendiri merupakan baby larva dari lalat jenis tentara hitam. Lalat ini hanya berumur pendek dan sepanjang hidupnya tidak makan apapun, melainkan hanya minum. Dijelaskan Endro, setelah lalat BSF kawin, 7 hari setelahnya langsung bertelur, kemudian menetas di hari ketiga hingga menjadi baby larva, larva dan pre pupa.

Pre pupa adalah maggot yang masih anakan. Pembesarannya dilakukan di biopon (sejenis kolam kering berukuran 80X130 sentimeter)  hingga menjadi pupa dewasa.

Selama di Biopon pembesaran, maggot anakan maupun dewasa cukup diberi pakan sampah organic seperti buah, sayur atau makanan yang dibuang di TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Barulah, setelah berubah warna dari cokelat muda menjadi cokelat tua atau hitam, maka maggot berpindah sendiri menuju biopon satunya dan secara otomatis menjadi indukan.

“Siklus maggot kalau ditotal sekitar 40 hari. Mulai dari lalat sampai jadi maggot indukan,” singkatnya.

Saat ini, KSM yang dikelolanya bisa menampung maggot pada 10 biopon pembesaran. Untuk masing-masing biopon berisikan antara 10-15 kilogram maggot yang bisa dijual sebagai pakan ternak seperti ikan lele, gurami, nila maupun unggas.

Kata Endro, dalam sebulan, pihaknya bisa memanen sampai 100-120 kilogram maggot. Per 1 kilogram, maggot pre pupa (anakan) dijual dengan harga Rp 6000. Sedangkan jikalau sudah dewasa dan menjadi induk atau pupa, maka harganya bisa mencapai Rp 50 ribu.

“Hasil dari sampah yang dimakan oleh maggot dipakai untuk menambah kebutuhan ekonomi warga. Kadang warga suka pakai untuk makanan unggas atau lele. Ada juga hasilnya yang dijual oleh warga dan didagangkan kembali,” jelasnya.

Sementara itu, perihal bagaimana cara kerja maggot dalam mengurangi timbunan sampah, Endro menjelaskan bahwa dalam satu biopon pembesaran, maggot bisa memakan sampah organic hingga 25-30 kilogram.

Dari fakta tersebut, maggot terbukti membantu pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) ataupun TPS (Tempat Pembuangan Sementara).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto. Menurutnya, budidaya maggot sangat dianjurkan dalam rangka mengurangi timbunan sampah yang ada di tingkatan TPS ataupun TPA.

Untuk itu, ia pun menghimbau masyarakat agar mulai membudidayakan maggot agar sampah di sekitaran rumah tak sampai menumpuk di TPS.

“Di Kabupaten Pasuruan sudah banyak sekelompok masyarakat yang membudidayakan maggot. Saya acungi jempol karena membantu kita dalam mengurangi timbunan sampah organic,” tutupnya. (emil)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
DWP Kabupaten Pasuruan dan Finna Food Gelar Lomba Memasak Berbahan Dasar Udang

Puluhan Tim dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari seluruh OPD maupun Kecamatan...

Article Image
Mas Rusdi Resmikan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan

Warga Kota dan Kabupaten Pasuruan kini tak perlu repot-repot ke luar daerah untu...

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...