Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ucap Syukur, Warga Lereng Gunung Arjuno Gelar Sedekah Bumi

Gambar berita
10 September 2018 (19:12)
Budaya
10160x Dilihat
0 Komentar
admin

Sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta  karena telah diberi  hasil pertanian yang melimpah, warga Kelurahan Prigen, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan menggelar Sedekah Bumi, Senin (10/09/2018) pagi.

Tradisi yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali itu diramaikan oleh ratusan peserta karnaval dari masyarakat dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, Ketua Komisi II, Andri Wahyudi, Camat Prigen, Mujiono dan Muspika setempat.

Menurut Mujiono, selain sebagai ucapan rasa syukur, tradisi sedekah bumi juga digelar sebagai bentuk rasa kebersamaan kepada sesama dengan memberikan sedekah atau sodakhoh berupa makanan.

“Selain sebagai rasa syukur kepada sang pencipta, sedekah bumi ini juga sebagai wujud pelestarian budaya yang sudah dilakukan turun- temurun, kata mbah-mbah dulu Sedekah Bumi dapat menolak balak atau menjauhkan dari musibah karena Sedekah Bumi sama dengan memberi sodaqoh,” kata Mujiono di sela-sela acara.

Di sisi lain, yang menarik dari acara Sedekah Bumi ini adalah adanya perebutan ancak ( sebutan untuk  makanan yang di panggul atau diarak), di mana banyak orang  yang ingin mengambil makanan yang ada di ancak meski harus berdesak-desakan dengan orang lain. Perebutan ancak biasanya dilakukan di punden desa yang sebelum direbutkan didahului dengan memanjatkan doa yang dilakukan oleh sesepuh desa, supaya desanya menjadi aman damai tentram dan makmur.

Setelah perebutan ancak, acara dilanjutkan dengan tayuban ( jejogetan dengan sinden ) yang dilakukan sampai sore hari, barulah pada malam hari dilanjutkan dengan pagelaran kesenian ludruk sampai pagi. Sudiono sendiri mengajak kepada masyarakat Dusun Kesiman untuk tetap mempertahankan tradisi yang sudah dilakukan sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu.

“Sedekah desa atau sedekah bumi adalah budaya masyarakat yang sudah dilakukan sejak lama dan menimbulkan efek positif, karena selain bisa bersilaturrahmi antar warga, juga menciptakan keramaian yang bisa saja menarik perhatian para wisatawan yang tahu kegiatan ini. Untuk itu, saya minta kepada semua warga untuk terus mempertahankan tradisi ini,” ucap Sudiono dalam sambutannya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...

Article Image
Umat Hindu di Kecamatan Tosari Gelar Upacara Yadnya Karo

Bertepatan pada hari bulan purnama di bulan Karo, Masyarakat adat Suku Tengger k...

Article Image
Harganas ke-33 di Malang, Kabupaten Pasuruan Raih Tiga Penghargaan Sekaligus

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 digelar di Pendopo...

Article Image
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi Hadiri Puncak HAN ke 42 Jatim di Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berlevel...

Article Image
58 Tahun. Produksi Susu Segar di KUTT Suka Makmur Eksis Penuhi Pasar Industri dan Masyarakat

Sejak tahun 1968, Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur di Wilayah Kecam...