Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) Kabupaten Pasuruan, Diluncurkan

Gambar berita
31 Juli 2025 (12:28)
Umum
980x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Unit layanan disabilitas penanggulangan bencana (ULD PB) Kabupaten Pasuruan, diresmikan, Kamis (31/7/2025). 

Peresmian ULD PB tersebut dilaksanakan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti dan ditandai dengan penekanan tombol oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto bersama Wakil Bupati Pasuruan, HM. Shobih Asrori; Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo serta Glen Askew selaku Konsulat Jenderal Australia. 

Menurut Gatot, Peluncuran ULD PB merupakan wujud komitmen Pemprov Jatim, dalam hal ini BPBD dalam upaya penanggulangan bencana secara menyeluruh. Yang mana, turut melibatkan kelompok disabilitas dalam setiap tahapannya.

"Hari ini kita luncurkan ULD PB lima kabupaten, yakni Pacitan, Lumajang, Pasuruan, Sampang dan Malang. Kita libatkan para penyandang difabel untuk bisa berperan aktif dalam penanganan kebencanaan," katanya. 

Usai diluncurkan, BPBD daerah menurut Gatot harus ikut membuat ULD PB menjadi betul-betul efektif dan memberikan manfaat yang besar bagi para penyandang disabilitas. Sesuai dengan UU nomor 14 tahun 2014 tentang Penanganan, Perlindungan, dan Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana BNPB. 

"Setiap penyandang disabilitas harus memiliki akses dan fasilitas penanganan kebencanaan. Maka setiap BPBD di daerah bersama-sama membuat pedoman kerja, pedoman aturan pembuatan dokumen, sosialisasi dan lainnya," imbuhnya.

Tak selesai sampai di situ, BPBD di daerah menurut Gatot juga harus menyiapkan sarpras dan peralatan kebencanaan bagi para difabel. Salah satunya peralatan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini yang inklusif dan bisa dipahami cara penggunaan secara baik dan benar. 

"Agar yang mereka harapkan bisa kita pahami dan apa yang kita harapkan bisa dilaksanakan oleh difabel," singkatnya. 

Dengan diluncurkannya ULD PB, Gatot meyakini para kaum difabel  tak lagi kesulitan dalam mendapatkan akses informasi, pelatihan dan kesiapan saat bencana terjadi.

"Kita berharap yang sebelumnya difabel sulit mendapatkan akses informasi dan pelatihan, jadi mudah memahaminya. Dengan adanya unit ini, justru jadi media kolaborasi dengan lembaga lain yang sama-sama peduli saat bencana terjadi," imbuhnya. 

Sementara itu, Wabup Shobih Asrori berharap dengan peluncuran ULD PB, maka para penyandang disabilitas dapat menyelematkan diri sendiri, serta menggunakan fasilitas yang disiapkan pemerintah sesuai kebutuhan mereka sendiri. 

"Dapat menjadi awal perwujudkan penanggulangan bencana yang inklusif dan berkeadilan. Tidak ada satu kelompok pun yang tertinggal, dan ini diawali dengan peluncuran ULD PB," harapnya. (emil)





Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Posko THR Keagamaan Disnaker Kabupaten Pasuruan Mulai Kedatangan Banyak Pekerja

Hingga H-9 Lebaran, Posko Tunjangan Hari Raya (THR) yang didirikan oleh Dinas Ke...

Article Image
Pimpin Upacara Penutupan TMMD ke 127. Pangdam V Brawijaya : Terima Kasih Pemkab Pasuruan dan Seluruh Prajurit

TNI Manunggal Membangun Desa ke 127 di Kabupaten Pasuruan tahun 2026, dinyatakan...

Article Image
Mensos Gus Ipul Siap Dorong 5 Juta KPM PKH di Jatim jadi Anggota KDMP

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menyatakan siap mendorong 5 juta Keluarga Pen...

Article Image
Program Stimulus 1% Pembayaran PBB P2 di Kabupaten Pasuruan, Direspon Positif Wajib Pajak

Pemkab Pasuruan memberikan insentif fiskal atau stimulus potongan 1% kepada waji...

Article Image
Kitiran Sewu. Cara Warga Dusun Pronojiwo, Desa Blarang, Kecamatan Tutur Saat Musim Angin

Indonesia kaya akan beragam budaya dan adat istiadat yang turun temurun. Sebuah...