Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Wabup Minta KBPP Lebih Intens Bantu Sosialisasi Protokol Kesehatan di Masyarakat

Gambar berita
26 Juli 2021 (15:30)
Pelayanan Publik
2332x Dilihat
0 Komentar
admin

Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron meminta kepada Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Pasuruan untuk intens membantu sosialisasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan terkait penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Sehingga diharapkan dapat menekan penyebaran virus Corona terutama varian Delta yang begitu cepat penularannya.

Selain memberikan pemahaman utuh kepada masyarakat agar selalu disiplin dalam menerapkan 5M, baik Duta Perubahan Perilaku maupun Kader Penyuluh Keluarga Berencana (KB) yang merupakan kader KBPP juga diminta melakukan sosialisasi terkait 3T. Yakni tracing, testing dan treatment yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.   

Dalam agenda “Virtual Meeting Sosialiasi Perubahan Perilaku Disiplin Penerapan 5M” yang digelar secara video conference di Ruang Kerjanya, Gus Mujib sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan menekankan kepada Duta Perubahan Perilaku agar melakukan sosialisasi terkait ditiadakannya isolasi mandiri yang saat ini telah diganti dengan isolasi terpusat. Lokasinya ada di setiap Kecamatan dengan harapan supaya masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dapat melakukan isolasi di satu tempat.

Di samping itu, Gus Mujib juga berpesan perihal sosialisasi vaksinasi yang harus lebih digencarkan di masyarakat. Tidak hanya dosis pertama saja, namun juga dosis kedua. Terlebih vaksin terbukti mampu mengurangi efek dari Covid-19.

"Vaksin dapat mengurangi efek dari Covid-19. Maka dari itu perlu dilakukan sosialisasi terkait vaksinasi. Baik tahap satu ataupun tahap kedua", tandasnya.

Masih dalam momen yang sama, Gus Mujib juga berpesan agar seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pasuruan meniadakan aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan. Semisal kegiatan hajatan yang hingga saat ini masih tidak diperkenankan digelar.

Sekolah juga tidak luput dari perhatian Wakil Bupati Pasuruan. Dalam zonasi level 3, Gus Mujib meminta untuk melaksanakan sosialisasi agar tidak ada kegiatan pembelajaran tatap muka, baik di sekolah negeri maupun swasta serta formal dan non formal. Seperti madin dan TPQ.

"Pembelajaran tatap muka saat ini tidak diperbolehkan, baik di sekolah formal maupun non formal. Bahkan pondok pesantren juga tidak diperbolehkan ada guru yang dari luar pondok. Hal tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pondok pesantren", pungkasnya. (Iguh+Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Safari Ramadhan Pamungkas. Mas Rusdi - Gus Shobih Mohon Doa agar Revitalisasi Alun-Alun Bangil sampai Pembangunan Jalan Lingkar Berjalan Lancar

Bupati Pasuruan, Mas Rusdi dan wabup Gus Shobih tuntas melaksanakan Safari Ramad...

Article Image
Buka Musrenbang RKPD 2027. Mas Rusdi Beri Penghargaan Kecamatan dan OPD Penyelenggara Terbaik dan Terunik

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musr...

Article Image
Para Pemudik Silahkan Mampir di 7 Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Polres Pasuruan

Untuk melayani para pemudik selama Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan...

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan Resmi Kukuhkan 63 Pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan

Sebanyak 63 pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan resmi dikukuhkan u...

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...